NEWS

Sejumlah BUMN Masuk Daftar Rentan Bangkrut, Penyebabnya Karena Hal Ini

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang masuk dalam daftar rentan bangkrut

Sejumlah BUMN Masuk Daftar Rentan Bangkrut, Penyebabnya Karena Hal Ini
TRIBUNNEWS.COM/IQBAL FIRDAUS
Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati berpidato pada konferensi pers dan diskusi publik Tokopedia di Djakarta Theatre Ballroom, Jakarta Pusat, Kamis (10/10/2019). Diskusi publik ini bertemakan Dampak Tokopedia terhadap Perekononian Indonesia sekaligus memaparkan hasil penelitian bagaimana Tokopedia memiliki pengaruh besar untuk perkonomian Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merilis sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) yang masuk dalam daftar rentan bangkrut.

Dari data itu diketahui, sektor aneka industri dan pertanian memiliki kinerja terburuk.

Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu Isa Rachmatarwata mengatakan, salah satu penyebab banyak BUMN aneka industri dan pertanian berada di zona merah lantaran kurangnya aset lancar pada perusahaan-perusahaan itu.

Selain itu, laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) yang BUMN aneka industri dan pertanian kantongo tidak cukup untuk menghadapi tekanan perekonomian.

Oleh karena itu, pemerintah akan menggelontor tambahan modal berupa penyertaan modal negara (PMN) kepada BUMN yang mengalami financial distress.

Erick Thohir: BUMN yang Tak Loyal Jadi Aja Swasta, Sindir Direksi BUMN yang Suka Koar-koar di Media

Sehingga,  bisa menjadi stimulus kinerja keuangan perusahaan-perusahaan itu.

Tentu, berbekal penilaian tersebut, Kemenkeu bisa lebih berhati-hati dalam memberikan PMN.

Sebab, tujuan utama suntikan modal tersebut adalah menciptakan leverage dari setiap uang yang pemerintah injeksi kepada BUMN.  

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, indikasi kinerja keuangan yang buruk terlihat dari indeks Altman Z-Score.

Skor rata-rata BUMN aneka industri berada di level 0, sementara BUMN pertanian negatif 0,4.

Halaman
123
Penulis: Rhendi Umar
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved