NEWS

Prabowo Bukan Pendukung Khilafah, Tegaskan Pancasila Ideologi Final: Nyawa Saya Pertaruhkan

Megawati Soekarno Putri, mengajak Prabowo Subianto membuka diri kepada mereka yang mendukung khilafah, lantas apakah Prabowo pendukung Khilafah?

Prabowo Bukan Pendukung Khilafah, Tegaskan Pancasila Ideologi Final: Nyawa Saya Pertaruhkan
Tribunnews/JEPRIMA
Megawati Soekarno Putri, mengajak Prabowo Subianto membuka diri kepada mereka yang mendukung khilafah 

Selanjutnya, Ketua Umum Partai Gerindra itu mencontohkan edukasi Pancasila dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Contoh masalah edukasi ini dalam pemilu. Dalam menjalankan politik harus politik persatuan, bukan politik pecah belah, bukan politik cari kesalahan, bukan cari perbedaan," tegasnya.

Sementara Wakil Ketua Gerindra Fadli Zon sebelumnya juga telah menegaskan jika Prabowo Subianto bukan pendukung ideologi khilafah.

"Soal nasionalisme, Prabowo sangat nasionalis, beliau pertaruhkan jiwa dan raga saat menjadi prajurit TNI hingga saat ini," kata Fadli, di Jakarta, Kamis.

Peserta Reuni 212 Sebut Kehadiran Prabowo Bisa Timbulkan Pro-Kontra, Haikal Akui Ada Unsur Politik

Ia mengatakan, di TNI, tidak perlu diragukan bagaimana institusi tersebut memupuk ideologi nasionaliame para prajuritnya dalam mempertahankan kedaulatan.

Fadli yang merupakan politisi Partai Gerindra itu menilai pandangan Prabowo selama ini sangat jelas dalam mengutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan yang lain.

Hal serupa juga disampaikan Sudirman Said sewaktu menjabat Direktur Materi Debat BPN Prabowo-Sandi.

Said mengatakan, seorang prajurit profesional hingga pangkat jenderal seperti Prabowo lalu membangun partai politik berpaham nasionalis-religius, tidak logis kalau disebut akan membangun sistem khilafah.

Karena itu dia menilai tidak mungkin Prabowo bergeser dari komitmennya untuk membangun, mengedepankan dan melaksanakan ideologi Pancasila.

"Saya ingatkan agar dihentikan karena itu bukan saja fitnah namun sudah dorongan ke arah perpecahan," ujarnya.

Megawati Minta Pendukung Khilafah Datang ke DPR Sampaikan Aspirasi

Sebelumnya Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila ( BPIP) Megawati Soekarnoptri meminta kelompok pendukung ideologi khilafah untuk datang secara baik-baik ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Megawati yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan memastikan, fraksinya di parlemen akan menerima kelompok tersebut dengan baik.

"Bagi mereka yang sangat berkeinginan untuk mendirikan yang namanya khilafah, boleh ke DPR," kata Megawati dalam sambutan acara Internalisasi dan Pembumian Pancasila, di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/11/2019).

"Kami akan dengarkan (aspirasi) itu. Opo toh karepe (Apa sih maunya)?" lanjut dia. 

Aksi 212 Adalah Gerakan Politik Pakai Idiom Agama, Berawal Jatuhkan Ahok Lalu Usung Prabowo Presiden

Megawati melanjutkan, dirinya sesungguhnya tidak mengerti sistem khilafah seperti apa yang diinginkan.

Salah satu hal yang menjadi pertanyaan bagi Megawati adalah, siapa sosok pemimpin dalam sistem khilafah yang dimaksud dan bagaimana mekanisme masyarakat memilih pemimpin tersebut.

"Kalau saya baca-baca soal khilafah itu adalah sebuah, seperti nation tanpa border. Lalu bagaimana ya memilih khalifah-nya? Khalifah-nya lalu dari mana? " ujar Presiden ke-5 RI itu.

Oleh karena itu, Megawati mengaku partainya terbuka jika pendukung khilafah ingin bertemu.

Apalagi, sampai hari ini tidak ada kelompok pendukung khilafah yang datang ke DPR bertemu Fraksi PDI Perjuangan.

"Saya sudah nunggu-nunggu, bukan saya, nanti yang hadapi anak buah saya. Supaya enak gitu loh. Pantes oh ini (alasannya) mau merubah negara kita tercinta ini," tutur Mega. (*)

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Penulis: Rhendi Umar
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved