Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

PT Meares Soputan Mining Tanam Bibit Jagung di Lahan Tambang

Ia menghargai usaha ini, karena sesuai instruksi Presiden Jokowi, bahwa semua lini harus meminimalisasikan upaya impor, termasuk impor benih Jagung.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
PT Meares Soputan Mining Tanam Bibit Jagung di Lahan Tambang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PT Meares Soputan Mining (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN), dua anak perusahaan PT Archi Indonesia menanam bibit Jagung di lahan pertambangan.

Direktur Pembenihan Kementerian Pertanian RI, Mohammad Takdir ikit melakukan penanaman perdana di lokasi Tokatindung Reference Integrated Ecofarming Development (TRIED), akhir pekan lalu.

"Saya kaget sewaktu mengetahui bahwa ada program kemitraan dari perusahaan tambang yang berhasil mengembangkan benih jagung unggulan di area pertambangan. Ini luar biasa. Karena pernah dilakukan program yang sama di Kalimantan, justru gagal,” kata dia.

Ia menghargai usaha ini, karena sesuai instruksi Presiden Jokowi, bahwa semua lini harus meminimalisasikan upaya impor, termasuk impor benih Jagung.

Keberhasilan menanam benih di areal pertambangan yang dilakukan PT MSM dan PT TTN, adalah sebuah langkah maju dan akan dijadikan pilot project.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Balai Penelitian Serelia, Moh Azrai, mengapresiasi PT MSM dan PT TTN yang turut mengambil bagian dalam upaya ketahanan pangan nasional.

"Saya sangat berterimakasih kepada kedua perusahaan ini yang turut mengambil bagian dalam pengembangan benih jagung. Hal ini sebagai sebuah upaya mendukung program pemerintah dalam upaya ketahanan pangan nasional,” ujar Aziz.

Ia mengatakan, membangun korporasi pembenihan tidak mudah, terdapat regulasi berlapis, tidak bisa sembarang mengeluarkan sertifikasi benih
Menanam bibit jagung merupakan peluang bisnis menjanjikan.

Direktur PT MSM dan PT MSM, David Sompie memaparkan, kegiatan ini merupakan kali kedua dilakukan.

Pertama jenis NASA 29 yang sudah mengembangkan jagung produksi, serta JH 37 untuk pengembangan benih jagung.

"Selain program pengembangan 30 kelompok Peternak, kegiatan ini merupakan salah satu program unggulan Corporate Social Responsbility (CSR) PT MSM dan PT TTN. Jika sertifIkasi NASA 29 terkendala di regulasi untuk pemasarannya, maka saat ini dengan kerja sama yang semakin lengkap, kiranya harapan itu dapat terwujud,” Kata Sompie.

Rangkaian program ini adalah bagian dari program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat PT MSM dan PTTTN yang sudah berjalan sejak 2018.

Uji coba produksi jagung hibrida di di area TRIED, melibatkan BPTP dan Balit Serelia Kementrian Pertanian.

Keseluruhan penatalaksanaan kegiatan ini dilakukan secara Corporate Farming, dimana keterlibatan Anggota Kelompok Tani yang bekerja dalam 1 pengelolaan budidaya, dengan pola olah lahan, penanaman, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian hama dan penyakit, panen dan pasca panen secara serentak dan bersamaan dalam kordinasi Corporate Management (Pola Mapalus Modern).

Sompie mengapresiasi dukungan dari semua pihak untuk mensukseskan program ini. Kolaborasi Kementerian Pertanian RI, Balai Penelitian Serelia Maros, Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Sulut, PT Twins, Universitas Samratulangi dan kelompopk-kelompok Tani Binaan PT MSM dan PT TTN, diyakini akan semakin membuat program ini berhasil dan berdayaguna.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved