Cerita Megawati Selamatkan Prabowo: Marahi Menlu Lantaran Stateless

Hubungan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto dikenal akrab. Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Cerita Megawati Selamatkan Prabowo: Marahi Menlu Lantaran Stateless
Tribunnews.com
usai-temui-jokowi-prabowo-kini-sambangi-megawati 

PPI menyediakan 3 pilihan, yakni: negara berasaskan agama yang diformalkan; NKRI berasaskan Pancasila dengan menyertakan nilai agama tapi tidak diformalkan; NKRI berasaskan Pancasila dan agama urusan pribadi.

Hasilnya, sebanyak 62 persen responden memilih NKRI berasaskan Pancasila dengan menyertakan nilai agama tapi tidak diformalkan. "Sementara yang menilai tetap NKRI berazaskan Pancasila dan mendorong agama urusan pribadi persentasenya 22,1 persen. Sedangkan yang menghendaki negara berazaskan agama yang diformalkan hanya 6,7 persen," ujar dia. Sisanya, 9,2 persen responden memilih tak menjawab.

"Responden secara mayoritas menyatakan negara kita harus tetap NKRI berdasarkan Pancasila dengan mengadopsi nilai-nilai agama tapi tidak diformalkan," ujar Adi. "Nilai agama itu tetap dianggap penting, seperti keadilan, musyawarah, anti kekerasan dan sebagainya," kata dia. 

Ia pun kembali menegaskan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia memang tidak suka membenturkan agama dan negara. "Mayoritas responden ini moderat. Saya kira ini penting dicatat, masyarakat kita tidak mau membenturkan antara agama dan negara. Mereka tetap ingin NKRI dan Pancasila, tapi tidak melupakan nilai agama. Nilai agama tidak dibuang jauh dari ruang publik," ujar dia.

PPI mengambil sampel dengan metode stratified multistage random sampling sebanyak 1.000 responden dari populasi di 34 provinsi Indonesia. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuesioner oleh tim survei.

Adapun margin of error dalam survei ini adalah plus minus 3,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, persentase berdasarkan temuan survei bisa bertambah atau berkurang sebanyak 3,1 persen. (tribun/kps)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved