Cerita Megawati Selamatkan Prabowo: Marahi Menlu Lantaran Stateless

Hubungan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto dikenal akrab. Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Cerita Megawati Selamatkan Prabowo: Marahi Menlu Lantaran Stateless
Tribunnews.com
usai-temui-jokowi-prabowo-kini-sambangi-megawati 

"Juga harus mengerti kegiatan mereka itu apa, konten yang mereka sukai itu apa, kegiatan yang mereka sukai apa, harus teridentifikasi betul," tutur Kepala Negara. Jokowi mengatakan, para anak muda di Indonesia memang memiliki kegiatan mulai dari sekolah, kuliah, hingga bekerja. Namun, yang memengaruhi mereka bukan hanya guru, dosen, atau atasan.  Kebanyakan anak muda, kata Jokowi, menyerap informasi dari berbagai media sosial hingga aplikasi berbagi pesan.

"Ini jelas, siapa yang harus kita ajak, content creator penting sekali, sangat penting sekali, Youtubers, selebgram, vlogger, selebtwit, ini paling cepat lewat mereka-mereka ini. Media inilah yang akan mempercepat dalam kita membumikan Pancasila," kata Jokowi. Selain lewat media sosial, Jokowi juga meminta jajarannya bisa menanamkan nilai-nilai Pancasila lewat tiga hobi yang paling digandrungi anak muda, yakni olahraga, musik, dan film.

Untuk musik, misalnya, Jokowi memberi contoh bahwa kementerian dan lembaga bisa menggunakan musisi yang tengah digandrungi, seperti Didi Kempot. "Enggak apa-apa kita nebeng Didi Kempot, enggak apa-apa, titip sama sad boys dan sad girls, sobat ambyar enggak apa-apa," kata dia.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11/2019).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara Peringatan Hari Pahlawan di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, Minggu (10/11/2019). (antara)

Survei: 81,4 Persen Responden Sepakat Pancasila dan Agama Sama Penting

Survei Parameter Politik Indonesia ( PPI) menunjukkan bahwa 81,4 persen dari 1.000 responden menyatakan sepakat bahwa Pancasila dan agama sama pentingnya di Indonesia. Hal itu berdasarkan survei PPI yang proses pengumpulan datanya berlangsung pada 5-12 Oktober 2019.

Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno menyatakan, responden diberikan pertanyaan, "Dari tiga pernyataan berikut ini, manakah yang lebih Anda setujui?". PPI menyediakan tiga pilihan bagi responden, yakni: agama lebih penting dari Pancasila; agama dan Pancasila sama pentingnya; Pancasila lebih penting dari agama.

"Kecenderungan masyarakat Indonesia moderat karena melihat agama dan negara sama penting 81,4 persen. Hanya sedikit saja yang menganggap agama lebih penting dari Pancasila 15,6 persen," kata Adi dalam paparannya di kantor PPI, Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Munas Golkar, Jokowi Bantah Intervensi, Ada yang Teriak: Kasih Bamsoet Sepeda

Sementara responden yang memilih Pancasila lebih penting dari agama sebanyak 3 persen. "Persepsi Pancasila sama penting dengan agama merata di semua demografi," ucapnya. Adi menjelaskan, temuan ini menampilkan fakta bahwa masyarakat tak tertarik membenturkan agama dengan negara.

"Karena Indonesia itu adalah hasil kawin silang dari seluruh varian kepentingan politik agama yang mengkristal menjadi satu-kesatuan yang menjunjung keberagaman," ujar Adi.

Dalam konteks format negara, lanjut Adi, masyarakat mendukung bentuk negara ideal tetap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berlandaskan Pacasila dengan menyertakan nilai-nilai agama yang tidak diformalkan. Hal itu berdasarkan jawaban responden setelah diberi pertanyaan, "Menurut Anda, bentuk negara seperti apa yang paling baik untuk Indonesia?".

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved