Sulut ‘Juara’ Nasional Inflasi: Tomat Sayur sebagai Pemicu

Sulawesi Utara yang diwakili Kota Manado mengalami inflasi tertinggi secara nasional pada November 2019.

Sulut ‘Juara’ Nasional Inflasi: Tomat Sayur sebagai Pemicu
tribun manado/fernando lumowa
Pedagang bawang rica, tomat dan bumbu dapur menunggu dagangannya di Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado, Sabtu (11/05/2019) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Sulawesi Utara yang diwakili Kota Manado mengalami inflasi tertinggi secara nasional pada November 2019. Inflasi di Manado pada angka 3,30 persen.

Mendagri Segera Lantik Elly-Moktar: Ini Aturan Mainnya Kata Pakar Hukum Tata Negara

Inflasi Sulut berada di daftar teratas kota tempat pengukuran Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulawesi. Dari 11 kota, 10 di antaranya mengalami inflasi di rentang 0,04 persen hingga 3,30 persen. Setelah Manado, ada Bau-Bau yang inflasi 0,87 persen, Pare-Pare 0,84 persen, Palu 0,27 persen, Watampone 0,26 persen (lihat grafis).

Kepala BPS Sulut, Ateng Hartono mengatakan, fenomena inflasi Sulut yang dipicu harga komoditas kembali terjadi. "Kali ini lagi-lagi tomat sayur," ujar dia, Senin (2/12/2019).

Katanya, tomat sayur menjadi pemicu inflasi karena beberapa faktor. Pertama, komoditas ini menjadi bahan yang wajib ada di setiap menu makan warga di Sulut. "Karena paling besar kebutuhannya, gejojak akibat kurangnya pasokan dan panjangnya rantai distribusi memicu kenaikan harga tinggi," jelasnya.

Erick Batalkan Rencana Super Holding, dari 142 BUMN, hanya 15 yang Untung, 7 Merugi

Pada November 2019, Manado mengalami inflasi 3,30 persen. Sementara, inflasi nasional cuma di angka 0,14 persen (month to month/bulanan). Sementara angka inflasi tahun kalender sebesar 5,50 persen dan inflasi 'year on year' (inflasi tahunan) sebesar 6,32 persen.

Dari 82 kota tempat pengukuran inflasi, 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota deflasi.

Hartono mengatakan, inflasi Manado dua bulan berturut-turut dipicu peningkatan indeks kelompok bahan makanan. "Tomat berkontribusi paling besar pada inflasi. Komoditas ini pemicu utama inflasi," kata Hartono saat pemaparan data inflasi di kantornya.

Bahkan, kata Ateng, tren di November memang menunjukkan harga tomat selalu naik empat tahun terakhir. "Hanya saja, memang tahun ini yang tertinggi," ujarnya.

Inflasi Manado pada November 2019 disebabkan oleh peningkatan indeks kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 13,61 persen, kesehatan 0,37 persen, perumahan, air, listrik dan gas bahan bakar 0,12 persen.

Sehan ‘Curhat’ Ingin Dampingi Tetty: Begini Kata Analis Politik

Selain itu kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,01 persen. Sementara, ada kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks menahan laju inflasi yakni pengeluaran transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,49 persen dan kelompok sandang 0,49 persen. "Bahkan angkutan udara menjadi penyumbang deflasi terbesar 0,1164 persen," jelas dia. (ndo)

Harga Tomat Kembali Naik, Sekarang Rp 20 Ribu per kilogram
Harga Tomat Kembali Naik, Sekarang Rp 20 Ribu per kilogram (TRIBUN MANADO/AJI SASONGKO)
Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved