News Analysis

Pembunuhan Petugas SPBU Paal 2, Ini Pendapat Psikolog!

Penikaman yang mengakibatkan kematian petugas SPBU Paal 2, Andreas E Pempe (20) cukup menyita perhatian masyarakat.

Pembunuhan Petugas SPBU Paal 2, Ini Pendapat Psikolog!
TRIBUN MANADO/ISVARA SAFITRI
Pintu indekos korban diberi garis polisi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penikaman yang mengakibatkan kematian petugas SPBU Paal 2, Andreas E Pempe (20) cukup menyita perhatian masyarakat.

Pasalnya kematian ini disebabkan karena hal sepele, yakni Andreas melayani pelanggan yang baru saja datang ketimbang Kalvin Kerap (25) yang sudah lebih dahulu mengantre.

Tidak berhenti di adu mulut, Kalvin yang tidak terima menghampiri korban di kosnya pada pagi hari, dan menikam korban hingga tewas.

Menurut Welly Thomas, ketua HIMPSI Sulawesi Utara (Sulut) usia 20 tahun ke atas memang usia yang rawan secara emosional karena masih dalam tahap pencarian jati diri.

Terutama jika pada usia itu seseorang masih gemar bergerombol atau memiliki geng.

"Kalau dari keluarga sebenarnya tidak terlalu pengaruh, justru yang berpengaruh besar adalah kelompok bermain," jelas Welly saat dihubungi via telepon, Minggu (01/12/2019).

Menurut Welly, geng ini bisa menjadi tempat pengakuan jati diri bagi seseorang, bahkan bisa juga menjadi sarana bagi seseorang belajar sesuatu yang salah.

Banyak geng yang menerapkan bentuk pengakuan diri dengan hal-hal negatif seperti berkelahi, meminum minuman keras hingga penggunaan obat-obatan terlarang.

Maka di sini peran keluarga adalah kembali mengarahkan anak-anak ke kegiatan positif agar tidak terjerumus dunia pergengan.

"Kalau masyarakat Sulut ya kembali lagi, kita kan masyarakat religius. Jadi kegiatan keagamaan juga sangat penting," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Isvara Savitri
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved