Sidang Pembunuhan Guru Agama SMK Ichthus

LIVE FACEBOOK SIDANG PUTUSAN Siswa Bunuh Guru Agama SMK Ichthus, Penuh Teriakan!

Situasi selama sidang bisa dilihat di live Facebook pengguna Facebook dengan nama akun Evan Fhilardio Mohede‎.

LIVE FACEBOOK SIDANG PUTUSAN Siswa Bunuh Guru Agama SMK Ichthus, Penuh Teriakan!
kolasetribunmanado/whatsapp/TRIBUN MANADO/JUFRY MANTAK
Beredar Video Siswa SMK Tikam Guru Agama, Durasi 1 Menit 6 Detik Terdengar Teriakan Dalam Nama Yesus 

Dua Siswa Ichthus Manado, yakni FL (16) dan OU (17), mengaku meminta maaf kepada almarhum lewat doa.

"Sejak masih di tahan di Polresta Manado, saya terus berdoa minta maaf, karena saya sudah salah, sampai sekarang, wajah bapak guru masih terbayang di pikiran saya," jelasnya Selasa (26/11/2019).

Pelaku OU menyebut bahwa wajah guru SMK Ichthus Manado yang dipukulnya, pernah terbayang di pikirannya.

"Kami menyesal, memang benar penyesalan di belakang, saya jadi takut, kami berdua sering berdoa bersama, meminta maaf kepada pak guru lewat doa," kata OU.

Cerita 2 Siswa Bunuh Guru SMK Ichthus Manado, Sering Mimpi Aneh Disentuh Orang, Berdoa Baca Alkitab

2 Siswa Bunuh Guru SMK Ichthus Manado,
2 Siswa Bunuh Guru SMK Ichthus Manado, (TRIBUNMANADO/JUFRI MANTAK)

Dua Siswa Ichthus Manado, yakni FL (16) dan OU (17), warga Kelurahan Koka Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, mengaku wajah guru yang dibunuh mereka sering terbayang.

Hal itu diungkapkan kedua terdakwa, saat ditemui wartawan tribunmanado.co.id, di salah satu ruangan di gedung Pengadilan Negeri Manado, Selasa (26/11/2019), sebelum mereka berdua mengikuti sidang tuntutan.

"Sejak masuk penjara di Polresta Manado, saya sering mimpi aneh. Saat tidur, seperti ada yang menyentuh saya. Tapi saat saya bangun, tidak ada orang disamping saya," ujar FL yang menikam almarhum Alexander Werupangkey (54).

Lanjutnya, saat terbangun, dirinya langsung berdoa, meminta maaf kepada almarhum lewat doa, setelah itu dirinya membaca Alkitab.

"Sejak masih di tahan di Polresta Manado, saya terus berdoa minta maaf, karena saya sudah salah, sampai sekarang, wajah bapak guru masih terbayang di pikiran saya," akunya dengan waja ketakutan.

Halaman
1234
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved