Sabtu, 25 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Hari Natal

Ini Tradisi Unik saat Natal di Berbagai Daerah di Indonesia

Tak hanya bertukar kado atau menghias pohon Natal, masyarakat di berbagai daerah di tanah air rupanya punya cara tersendiri merayakan Natal

Editor: David_Kusuma
TRIBUN MANADO/ALPEN MARTINUS
Ribuan Warga Ikut Parade Santa Claus 

TRIBUNMANAD.CO.ID - Kurang dari sebulan lagi perayaan Hari Natal.

Seluruh umat Kristiani akan merayakan kelahiran sang Juru Selamat pada 25 Desember

Di berbagai daerah di Indonesia, memiliki tradisi untuk merayakan hari Natal.

Tak hanya bertukar kado atau menghias pohon Natal, masyarakat di berbagai daerah di tanah air rupanya punya cara tersendiri merayakan momen kelahiran Yesus Kristus.

Penasaran? apa saja tradisi unik seputar perayaan Natal?

Ini Awal Mula Perayaan Natal Dirayakan Tanggal 25 Desember

Berikut daftarnya yang dirangkum dari berbagai sumber!

1. Bakar Batu di Papua

Pertama ada tradisi bakar batu di Papua.

Tradisi ini merupakan tradisi memasak makanan di Papua saat Natal.

Mahasiswa asal Papua yang menempuh studi di Universitas Khatolik Della Sale Manado menggelar upacara bakar batu, Rabu (7/10).
Mahasiswa asal Papua yang menempuh studi di Universitas Khatolik Della Sale Manado menggelar upacara bakar batu, Rabu (7/10). (TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN)

Batu akan dimasukan ke dalam lubang beserta bahan-bahan makanan yang akan dibakar.

Tradisi bakar batu ini merupakan simbol ungkapan rasa syukur dan kebersamaan warga Papua.

2. Marbinda di Sumatera Utara

Warga dua Desa, Tanjungan dan Desa Lumban Sihombing Parmonangan menyiapkan jeroan daging untuk dibagikan ke warga sekampung.
Warga dua Desa, Tanjungan dan Desa Lumban Sihombing Parmonangan menyiapkan jeroan daging untuk dibagikan ke warga sekampung. (Tribun Medan/Arjuna Bakkara)

Dari Papua kita menuju ke Sumatera Utara.

Masyarakat Batak di Sumut merayakan Natal dengan tradisi Marbinda yaitu menyembelih hewan kurban.

Biasanya hewan yang akan disembelih dibeli dari hasil menabung bersama beberapa orang warga.

Pada hari-H warga Batak yang tinggal di Sumatera Utara ini akan melakukan marhobas yang artinya memotong dan membagikan daging hewan yang sudah disembelih.

3. Meriam Bambu di Flores NTT

Meriam Bambu
Meriam Bambu (TRIBUN MANADO/NIELTON DURADO)

Tak jauh berbeda dari tradisi Lebaran, warga Flores di NTT merayakan Natal dengan menyalakan meriam bambu.

Berdasrkan budaya Manggarai dan Flores, dentuman digunakan untuk memberitahu kemalangan.

Namun, dentuman meriam di malam Natal mengungkapkan kegembiraan atas lahirnya Yesus Kristus.

Selain meriam bambu, warga Flores juga mengadakan kompetisi membuat Kandang Natal.

4. Parade Santa Claus di Manado

Parade Santa Claus
Parade Santa Claus (FERDINAND RANTI)

Parade Santa Claus menjadi event rutin di Manado merayakan Natal

Ratusan Santa Claus akan berparade di jalan Boulevard.

Event ini menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan parade Santa Claus ini.

5. Lovely December di Toraja

Patung Yesus Tana Toraja
Patung Yesus Tana Toraja (tribun timur)

Lovely December merupakan rangkaian perayaan Natal di Toraja.

Festival ini dibuka dnegan pemotongan kerbau belang pada Bulan Desember dan dimeriahkan dengan berbagai lomba.

Sebagai penutup akan dilakukan prosesi Lettoan yaitu mengarak babi sebagai simbol tiga dimensi kehidupan manusia.

6. Ngejot dan Penjor di Bali

Penjor di kantor bupati
Penjor di kantor bupati (TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN)

Meski mayoritas masyarakatnya beragama Hindu, bukan berarti tak ada tradisi unik Natalan di Bali.

Menjelang Natal, gereja di Bali memasang hiasan penjor dan melakukan tradisi ngejot.

Yaitu berbagi makanan kepada para tetangga yang beda agama sebagai wujud toleransi dan sikap saling menghargai.

7. Rabo-rabo di Jakarta

Komunitas keturunan Portugis saat merayakan tradisi Rabo-Rabo.
Komunitas keturunan Portugis saat merayakan tradisi Rabo-Rabo. (Warta kota/ Joko Supriyanto)

Terakhir adalah tradisi Rabo-rabo di Jakarta.

Tradisi ini berlangsung di Kampung Tugu, Cilincing, Jakarta Utara.

Merupakan tradisi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu yang berasal dari Portugis.

Setelah selesai melakukan ibadah di gereja, beberapa orang akan saling berkunjung ke rumah tetangga sambil diiringi musik.

Di penghujung acara, wajah setiap orang akan dilumuri bedak berwarna-warni.

Bedak tersebut merupakan simbol penebusan dosa dan saling memaafkan di penghujung tahun.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengenal Tradisi Unik Perayaan Natal di Berbagai Daerah Tanah Air, dari Marbinda hingga Kunci Taon

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved