News

Rocky Gerung Nilai Pemerintah Berlebihan Hadapi AD/ART FPI, Tito Karnavian Sebut Kaffah dan Khilafah

Tito Karnavian menyampaikan, pada AD/ART FPI masih termuat visi dan misi yang kalimatnya dianggap memiliki makna samar.

Rocky Gerung Nilai Pemerintah Berlebihan Hadapi AD/ART FPI, Tito Karnavian Sebut Kaffah dan Khilafah
Youtube Kompas TV
Rocky Gerung memprediksi Kabinet Jokowi akan hancur dan Prabowo Subianto akan dicopot yang pertama. 

"Bahwa semua tindakan berkelahi dengan Anda, menyiram Profesor Thamrin Amal Tomagola, itu bagian dari sebuah konteks menciptakan khilafah tadi," imbuhnya.

Budiman Sudjatmiko dan Rocky Gerung terlibat perdebatan panas.

"Terus bertambah enggak kekesarannya sekarang?" tanya Rocky Gerung sambil menunjuk.

"Berubah enggak eksistensinya?" kata Budiman Sudjatmiko dengan nada tinggi.

"Berubah enggak raison d'etre (reason for being re) untuk melakukan kekesaran?" imbuhnya.

Menurut Rocky Gerung cara manusia untuk menunjukan eksistensi adalah dengan kekerasan.

"Raison d'etre dari sebuah manusia adalah violence," tegas Rocky Gerung.

Ia mengatakan maka hukum dan negara dibentuk untuk mengatasi hal tersebut.

Lagi, Budiman Sudjatmiko tak sepakat dengan pemikiran itu.

"Kalau Anda mengatakan itu Anda setuju kita menciptakan 'serigala memakan serigala'," kata Budiman Sudjatmiko.

"Itu teori paling kuno," jawab Rocky Gerung.

"Anda membenarkan kebuasan paling kuno, menjadi binatang," imbuh Budiman Sudjatmiko kesal.

SIMAK VIDEONYA:

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Rocky Gerung Klaim FPI Tak Lakukan Kekerasan, Budiman Sudjatmiko Ungkit Penyiraman Guru Besar UI, 

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Ternyata, Rocky Gerung Pernah Berkelahi dengan Pentolan FPI Munarman di Monas, 

Tonton:

Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved