Reuni PA 212

Inilah Elit Politik Pendana PA 212, Dekat dengan Prabowo, Amien Rais dan Mesin Politik PKS

Langgengnya hajatan tahunan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dicurigai ada kelompok elit di negeri ini yang membiayai.

Inilah Elit Politik Pendana PA 212, Dekat dengan Prabowo, Amien Rais dan Mesin Politik PKS
Warta Kota
Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Langgengnya hajatan tahunan Persaudaraan Alumni (PA) 212 dicurigai ada kelompok elit di negeri ini yang membiayai. Hanya memang enggan diungkapkan ke publik. Pasalnya, ada yang menyebutkan bahwa kelompok ini sengaja di 'pelihara' oleh kelompok kuat di Indonesia untuk kepentingan tertentu.

Prabowo Subianto
Prabowo Subianto (KOMPAS.COM/ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Hanya memang ada beberapa tokoh yang dekat dengan kelompok 212 ini. Di antaranya, Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra yang kini menjabat Menteri Pertahanan. Kemudian Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais.

Kelompok 212 ini juga dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, PAN dan Demokrat.

Terkait hal ini banyak pihak yang meminta kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengungkap pendana kelompok 212 ini.

Sementara itu, Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif, menyebut ada kelompok yang berusaha untuk membatalkan Reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).

Ia menyebut, beberapa peserta daerah banyak yang dicegah datang ke Jakarta.

"Ada beberapa laporan yang masuk seperti di wilayah Banten ada 4 bus tiba-tiba dibatalkan padahal sudah diberikan uang muka atau DP. Kemudian ada juga rombongan yang sudah mau bergerak tapi kemudian diminta untuk pulang kembali, mungkin karena waktunya masih agak panjang kali ya," kata Slamet Maarif di Dewan Dakwah Islam Indonesia, Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (29/11/2019).

Namun demikian, kata dia, secara umum saat ini kepolisian lebih menerima adanya gerakan alumni 212.

Ia menyatakan tahun ini korps Bhayangkara lebih 'welcome' dengan gerakan tersebut.

"Walaupun ada pihak-pihak yang memang berupaya menggagalkan kami, seperti memasang spanduk kemudian mendatangi pengurus Masjid dengan berbagai fitnah yang diberikan kepada kami. Tapi alhamdulillah Insya Allah itu sudah tiga tahun kita merasakan itu, jadi Insya Allah kawan-kawan 212 udah terbiasa udah paham bagaimana mensiasati itu semua," katanya.

Halaman
1234
Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved