Sejarah

Langkah Mengejutkan Timnas Inggris, di Tengah Maraknya Rasisme Sepak Bola Tahun 1978

Rasisme masih marak di sepak bola Inggris pada tahun 1978. Dan di akhir November, di tahun tersebut, timnas Inggris melakukan langkah maju yang

BOB THOMAS/GETTY IMAGES
Inggris membuat dunia terkejut pada tahun 1978. 

Sebelum resmi bergabung dengan Man United, Viv Anderson ditelepon Bryan Robson yang merupakan rekan setimnya di timnas.

"Kita punya pelatih baru dan ingin merekrutmu," kata Robson yang merupakan pemain inti Man United pada Viv Anderson.

Pertemuan pun dilakukan Viv Anderson dengan pihak Man United di sebuah hotel di Nottingham.

Kesan aneh diberikan Viv Anderson ketika pertama kali bersua dengan pelatih asal Skotlandia itu.

Pasalnya Viv Anderson bingung melihat Alex Ferguson mencari presiden Man United, Martin Edwards, sedangkan sang presiden melakukan hal yang sama. Jadi, keduanya saling mencari di tempat pertemuan tersebut.

"Senang berkenalan denganmu, apakah kau melihat presidennya (Man United)?" tanya Ferguson pada Viv Anderson.

 70 Persen Saham OVO Dijual, Mochtar Riady: Tidak Kuat Terus Membakar Uang

"Enggak lihat, saya baru di sini 10 menit, saya tidak melihatnya," jawab Viv.

Ferguson pun pergi mencari sementara Martin Edwards yang kemudian datang menanyakan keberadaan sang pelatih pada sang calon pemain.

"Saya presidennya, Martin Edwards, senang bertemu denganmu, kau sudah melihat pelatihnya?" tanya Edwards.

"Dia baru di sini dua detik yang lalu," jawabnya lagi.

Menurut Viv Anderson kejadian itu seperti pintu berputar, karena seperti tidak ada ujungnya.

"Akhirnya kita semua duduk bersama, bicara, dan mencapai kata sepakat," terang Viv.

"Saya punya kesan 'klub macam apa yang akan saya perkuat ini? Seharusnya mereka 'kan semobil, ada apa sih di antara mereka?'."

"Jadi kesannya aneh saja."

Kesal Di-Nutmeg Giggs, Anggap Scholes Biasa Saja

Empat tahun di kubu Setan Merah membuat Viv Anderson menjadi saksi melihat bakat-bakat Man United tumbuh berkembang.

Dua pemain yang ia ramalkan akan menjadi pemain besar adalah Ryan Giggs.

Giggs menjadi pemain muda yang paling berkesan bagi Viv Anderson karena pernah me-nutmegged alis meloloskan bola di kolong kakinya.

"Saya ingat Giggsy (panggilan Giggs) datang dan bermain melawan tim utama dengan membela tim kedua. Dan ia me-nutmegged saya!" katanya dalam hati.

"Kau mau sok jagoan ya? Kau tak bakal melakukan itu lagi!"

"Bocah itu akan menjadi superstar," ramal Viv.

Selebrasi Ryan Giggs usai mencetak gol ke gawang Arsenal di semifinal Piala FA, 14 April 1999.

Ia dan Bryan Robson pun pernah menyempatkan diri hadir melihat Giggs bermain untuk tim muda pada suatu malam.

Giggs - yang saat itu bermain bersama Scholes - selalu menjadi sorotan dari semua orang termasuk Viv Anderson.

Namun seorang fisioterapis Man United menilai Paul Scholes akan menjadi pemain lebih hebat ketimbang Giggs.

"Semua orang membicarakan Giggsy, tetapi saya pikir si kecil ginger (Scholes) itu akan menjadi pemain hebat. Ia mungkin akan menjadi pemain lebih hebat dari Giggsy," nilai si fisioterapis.

"Kau tahu apa, kau cuman fisioterapis!" kata Viv dan Robson yang tak terima opini tersebut.

Ya sesuai perkataan sang fisioterapis, nyatanya Scholes juga menjadi pemain sebesar Giggs bagi Man United.

Bahkan legenda sepak bola Zinedine Zidane menganggap Scholes gelandang yang hebat pada eranya dan menyesal tak pernah satu tim dengannya.

 Ashanty Dulu Dibully hingga Sering Konsumsi Obat Diet, Kini Menyesal Setelah Kena Penyakit

Artikel ini telah tayang di BolaSport.com dengan judul Sejarah Hari Ini - Pesepak Bola Kulit Hitam Pertama di Timnas Inggris

Editor: Rizali Posumah
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved