Alexander Marwata: KPK Gandeng PPATK dan Ditjen Pajak Bongkar Korupsi Penerimaan Pajak Negara

Satu di antara Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka sedikit rahasia rencana kerja komisi antirasuah periode mendatang.

Alexander Marwata: KPK Gandeng PPATK dan Ditjen Pajak Bongkar Korupsi Penerimaan Pajak Negara
(Ilham Rian Pratama)
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Satu di antara Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka sedikit rahasia rencana kerja komisi antirasuah periode mendatang dengan Ketua KPK Firli Bahuri.

Ketua KPK, Komjen Pol Firli Bahuri menekankan pemberantasan korupsi oleh komisi anti rasua tidak cukup hanya dilakukan dengan operasi tangkap tangan (OTT).
Ketua KPK, Komjen Pol Firli Bahuri menekankan pemberantasan korupsi oleh komisi anti rasua tidak cukup hanya dilakukan dengan operasi tangkap tangan (OTT). (Ist)

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata yakin jika KPK, PPATK, dan Ditjen Pajak saling bertukar informasi akan memberikan dampak luar biasa terhadap pencegahan korupsi di Indonesia.

"Saya punya keyakinan kalau kerjasama KPK dalam pemberantasan korupsi, PPATK dan Ditjen Pajak soal informasi pajak bisa kita sharing, luar biasa dampaknya," ujar Alexander Marwata dalam workshop di kawasan Menteng Dalam, Jakarta Pusat, Kamis (28/11/2019).

Selain bisa mencegah perilaku korup, sinergitas informasi tiga lembaga tersebut juga bisa mengoptimalkan penerimaan pajak negara.

"Kita bisa mencegah korupsi, kita bisa mengoptimalkan penerimaaan pajak di sisi yang lain," katanya.

Apalagi kata Alex, Presiden Joko Widodo punya program untuk mengurangi upaya penindakan korupsi dan lebih menekankan fokus pada upaya pencegahan.

Doa Sebelum Melaksanakan Aktivitas, Jangan Sampe Ga Dibaca, Jangan Sombong

Peringatan Dini BMKG Jumat 29/11, Wilayah Berpotensi Hujan Lebat & Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter

Sarah Maria Jessica Kowaas Ingin Punya Pemimpin Rakyat yang Santun, Jujur, Bersih

Sedikit mengungkit rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI pada Rabu (27/11) kemarin, Alex mengaku banyak anggota parlemen yang mengawasi bidang hukum menyuarakan supaya penindakan yang dilakukan KPK lebih selektif pada masa mendatang.

Yakni memprioritaskan penindakan perkara korupsi yang punya dampak pada peningkatan pendapatan daerah.

"Kemarin waktu RDP pun disuarakan agar penindakan itu harus lebih selektif. Penindakan yang mendorong peningkatan pendapatan daerah. Itu tekanannya ke sana. Jadi ya nggak hanya memenjarakan orang, tetapi nggak jelas tujuannya," ucap dia.

Komisioner KPK mengikuti rapat dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Rabu (27/11/2019).
Komisioner KPK mengikuti rapat dengan Komisi III DPR RI di Senayan, Rabu (27/11/2019). (antara)

"Kita harus meyakini bahwa korupsi itu harus dibuktikan, salah satu tujuannya pelakunya juga memperoleh keuntungan. Ini yang nanti ke depan akan lebih kita tekankan," tambah Alex.

Ia mengatakan KPK periode mendatang akan lebih fokus pada optimalisasi pendapatan pajak lewat upaya penindakan perkara korupsi.

"Optimalisasi pendapatan pajak melalui upaya-upaya penindakan dalam perkara korupsi ini nanti ke depan akan kita lebih dorong," ungkap dia.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved