Berita Boltim

Januari hingga November Ada 14 ASN di Kabuapten Ini yang Melanggar Aturan, 1 Bakal Diberhentikan

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur, Penilaian Kinerja Aparstur dan Penghargaan Ciendy M I Mongkaren.

Januari hingga November Ada 14 ASN di Kabuapten Ini yang Melanggar Aturan, 1 Bakal Diberhentikan
TRIBUN MANADO/SITI NURJANAH
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur, Penilaian Kinerja Aparstur dan Penghargaan Ciendy M I Mongkaren 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Selang Januari hingga 28 November 2019 tak sedikit Apartur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang mendapatkan sanksi pembekuan gaji.

Sanksi pembekuan gaji tersebut bukan tanpa alasan, ASN yang gajinya dibekukan dikarenakan melakukan pelanggaran.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Aparatur, Penilaian Kinerja Aparstur dan Penghargaan Ciendy M I Mongkaren kepada tribunmanado.co.id, Kamis (28/11/2019).

Ciendy sapaan akrabnya mengatakan, dari Januari hingga November terdapat 13 ASN yang mendapat sanksi pembekuan gaji dan 1 ASN dengan sanksi pemberhentian.

"Untuk sanksi pembekuan gaji itu merupakan ASN yang terkena pelanggaran sedang, sedangkan pemberhentian itu yang sanksi berat," ucapnya.

Ia mengatakan, sanksi tersebut didapatkan ASN yang melanggar kedisiplinan.

"Itu kebanyakan karena tidak hadir tanpa keterangan hingga beberapa hari. Kan sudah dijelaskan sesuai PP 53, ASN yang tidak masuk selama 5 hari akan mendapat sanksi, ketidakhadiran di akumulasi, jika dalam setahun tercatat 46 hari tidak masuk kerja tanpa keterangan jelas, maka sesuai peraturan ASN tersebut menerima sanksi pemecatan," bebernya.

Lanjutnya, untuk memberikan sanksi pihaknya melakukan panggilan kepada ASN yang melanggar.

"Langkah pertama yang kami ambil adalah penghentian gaji sekaligus panggilan tertulis, kemudian proses. Setelah pemeriksaan barulah gajinya dibuka kembali diikuti sanksi sesuai dari atasan," bebernya.

Ia menambahkan, untuk 1 orang ASN yang mendapatkan sanksi pemberhentian tersebut dikarenakan ASN itu sudah berulangkali melakukan kesalahan yang sama dengan alasan klasik.

Halaman
12
Penulis: Siti Nurjanah
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved