News

Presiden Jokowi Berikan Grasi Kepada Terpidana Kasus Korupsi, Bebas Tahun Depan, Pengurangan 1 Tahun

Setelah diberikan grasi oleh Presiden, seorang terpidana kasus korupsi bebas tahun depan. Pengurangan satu tahun penjara.

Presiden Jokowi Berikan Grasi Kepada Terpidana Kasus Korupsi, Bebas Tahun Depan, Pengurangan 1 Tahun
(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Gubernur Riau Annas Maamun ketika digiring KPK ke Rutan Guntur 

Kasus Annas

Adapun Annas menjadi tahanan sejak 25 September 2014 atau saat ia terjaring dalam operasi tangkap tangan yang digelar KPK.

Seiring waktu berjalan, Annas didakwa secara kumulatif terkait penerimaan suap untuk tiga kepentingan berbeda.

Pertama, menerima suap 166,100 dollar AS dari Gulat Medali Emas Manurung dan Edison Marudut terkait kepentingan memasukan areal kebun sawit dengan total luas 2.522 hektar di 3 kabupaten dengan perubahan luas bukan kawasan hutan di Provinsi Riau.

Kedua, menerima suap Rp 500 juta dari Edison Marudut melalui Gulat Medali Emas Manurung terkait dengan pengerjaan proyek untuk kepentingan perusahaan Edison Marudut di lingkungan Provinsi Riau.

Ketiga, menerima suap Rp 3 miliar dari janji Rp 8 miliar (dalam bentuk mata uang Dollar Singapura) dari Surya Damadi melalui Suheri Terta untuk kepentingan memasukkan lahan milik sejumlah anak perusahaan PT Darmex Agro yang bergerak dalam usaha perkebunan kelapa sawit, dalam revisi usulan perubahan luas kawasan bukan hutan di Provinsi Riau.

Pada 2015, Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Bandung menjatuhkan vonis enam tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider dua bulan kurungan penjara kepada Annas karena terbukti bersalah.

Pada 2018, Annas mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, kasasi ditolak dan MA memperberat hukuman Annas menjadi tujuh tahun penjara.

Kasus ini masih terus berkembang. KPK tengah melakukan penyidikan terhadap tiga tersangka baru yaitu PT Palma Satu sebagai tersangka korporasi, Legal Manager PT Duta Palma Group Tahun 2014 Suheri Terta, serta Pemilik PT Duta Palma dan PT Darmex Group Surya Damadi. (*)

TAUTANAWALKOMPAS.COM

Subscribe YouTube Channel Tribun Manado:

Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved