News

Presiden Jokowi Berikan Grasi Kepada Terpidana Kasus Korupsi, Bebas Tahun Depan, Pengurangan 1 Tahun

Setelah diberikan grasi oleh Presiden, seorang terpidana kasus korupsi bebas tahun depan. Pengurangan satu tahun penjara.

Presiden Jokowi Berikan Grasi Kepada Terpidana Kasus Korupsi, Bebas Tahun Depan, Pengurangan 1 Tahun
(TRIBUNNEWS/DANY PERMANA)
Gubernur Riau Annas Maamun ketika digiring KPK ke Rutan Guntur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Presiden Jokowi memberikan grasi kepada seorang terpidana kasus korupsi. Diberikan pengurangan masa tahanan selama satu tahun. Dan diprediksi akan segera menghirup udara segar. 

Terpidana kasus korupsi yang diberikan grasi oleh Presiden Jokowi yakni Annas Maamun. Dia adalah mantan Gubernur Riau yang kini di penjara lantaran kasus korupsi terkait alih fungsi lahan di provinsi Riau.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Ade Kusmanto mengatakan telah berkurang jumlah pidana yang harus dijalani Annas Maamun.

"Grasi yang diberikan presiden berupa pengurangan jumlah pidana dari pidana penjara 7 (tujuh) tahun menjadi pidana penjara selama 6 (enam) tahun," kata , Selasa (26/11/2019).

Dengan adanya grasi tersebut, Annas diprediksi bebas dari Lapas Sukamiskin pada 3 Oktober 2020 mendatang dari yang seharusnya pada 3 Oktober 2021.

Ade menuturkan, Annas mengajukan grasi kepasa Presiden Jokowi karena alasan kemanusiaan.

Dalam surat permohonannya, Annas merasa dirinya sudah uzur, sakit-sakitan, renta, dan kondisi kesehatannya mulai menurun.

Berbekal keterangan dokter, Annas mengaku menderita penyakit PPOK (COPD akut), dispepsia syndrome (depresi), gastritis (lambung), hernia, dan sesak nafas.

"Berdasarkan pasal 6A Ayat 1 dan 2 UU Nomor 5 Tahun 2010, demi kepentingan kemanusiaan, Menteri Hukum dan HAM berwenang meneliti dan melaksanakan proses pengajuan grasi tersebut," ujar Ade.

Namun, Ade menegaskan, keputusan menerbitkan grasi tetap berpulang ke presiden dengan memperhatikan pertimbangan hukum tertulis dari Mahkamah Agung dan Menkumham.

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved