Rabu, 27 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Garuda Muda Antisipasi Setiap Kondisi

Kesiapan Filipina menggelar SEA Games 2019 dipertanyakan. Sejumlah tim, utamanya cabang olahraga sepak bola yang lebih dulu

Tayang:
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
PSSI.ORG
Pemain timnas U-22 Indonesia bersama Ketua Umum PSSI, sebelum berangkat ke Filipina mengikuti SEA Games 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesiapan Filipina menggelar SEA Games 2019 dipertanyakan. Sejumlah tim, utamanya cabang olahraga sepak bola yang lebih dulu dipertandingkan, mengeluhkan sejumlah pelayanan. Namun, timnas Indonesia U-23 memilih untuk fokus ke pertandingan.

Pasalnya nanti sore WIB, Garuda Muda—julukan Indonesia U-23—meladeni juara bertahan Thailand U-23 di Stadion Rizal Memorial, Kota Manila, Filipina, pada laga perdana babak penyisihan Grup B.

Real Madrid vs PSG: Bernabeu Angker Bagi Tim Prancis

Ini merupakan hari kedua pertandingan di cabang sepak bola SEA Games 2019 berlangsung. Kemarin, dua pertandingan grup A: Malaysia versus Myanmar dan Filipina kontra Kamboja, dihelat. Sedangkan di grup B, Vietnam mencukur Brunei dengan skor 6-0.

Sehari sebelum laga-laga itu dihelat, komplain bermunculan. Tim sepak bola Timor Leste harus menunggu selama tiga jam di Bandara Internasional Ninoy Aquino. Ketika dijemput dan diantar panitia, rombongan tiba di hotel yang salah.

Myanmar pun demikian. Mereka juga mengeluhkan bus yang dianggap tidak cukup nyaman. Sedangkan Thailand dilaporkan tidak senang dengan pengaturan jumlah kamar. Dikutip dari www.rappler.com, mereka "terpaksa" memasukkan tiga orang pada kamar yang mestinya cuma ditempati dua orang.

Bagaimana dengan Garuda Muda? Sumber Tribun Network di dalam tim membenarkan ketidaksiapan tuan rumah. Kemarin pagi contohnya. Bus yang semestinya menjemput ke Hotel Jen Manila by Shangri-La untuk mengantar ke tempat latihan, tidak jadi datang.

Mereka kemudian memilih berjalan kaki—yang ditempur sekitar 15 menit—ke Stadion Rizal Memorial untuk melakoni latihan. Bila diibaratkan, jaraknya dari Kantor Kompas Gramedia di Palmerah, Tanah Abang, Jakarta Pusat ke Kantor Kemenpora di Senayan, Jakarta Pusat.

Sedangkan peralatan latihan seperti bola, cone, rompi, dan lain-lain diangkut menggunakan mobil polisi yang mengawal. Latihan berlangsung sekitar 45 menit.

Pelatih Indonesia U-23, Indra Sjafri enggan mengeluhkan hal tersebut. Ia menegaskan tim lebih baik mengantisipasi segala situasi. Hal itu dilakukan demi menjaga level konsentrasi.

“Kami di sini sudah siap berjuang, apapun kondisinya. Karena kami ingin mengulang sejarah menjadi juara di Manila. Terakhir Indonesia merebut emas SEA Games (tahun 1991) itu di sini. Mohon doa dari seluruh warga Indonesia," ujar Indra.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey Serahkan DIPA Untuk Pemkab Minsel

“Semoga anak-anak tampil disiplin dan tidak membuat banyak kesalahan," sambung pelatih yang memberi gelar Piala AFF U-19 tahun 2013.

Disiplin

Gelandang Evan Dimas Darmono mengamini. Ia menyebut saat ini para pemain membawa senang segala macam situasi. "Kami ingin rileks, berpikir positif dan fokus untuk menghadapi pertandingen melawan Thailand," tegasnya.

Skuat Garuda Muda, lanjut Evan, tidak merasa terbebani atau grogi kendati sudah bertemu Thailand pada laga pembuka. Pada pertemuan terakhir di Pra Piala Asia U-23 2020, Maret silam, Evan dan kolega dipermak dengan skor 4-0. Dua gol Thailand di antaranya dicetak Supachai Chaided yang masih bertahan di dalam skuat.

"Kami berusaha tidak ingat hal lain. Kami cuma ingin fokus pada permainan dan menjalankan sebaik mungkin strategi dan taktik yang diinginkan pelatih. Tentu sebagai pemain, kami akan membuat improvisasi untuk tim," ulas Evan.

"Laga pertama pasti tidak akan mudah. Namun, kami berharap kami bisa melalui dengan hasil positif," timpal kiper Garuda Muda, Nadeo Agra Winata.

Mental baja

Dari kubu Thailand U-23, asisten pelatih Totchtawan Sripan menyebut rotasi akan menjadi kunci sukses tim di SEA Games 2019. Maklum, jeda dari satu pertandingan ke pertandingan lain nyaris hanya sehari.

"Pemain kami harus fit secara fisik. Mereka juga perlu kekuatan mental karena mereka membawa harapan 60-70 juta warga kami," ujar Totchtawan, eks gelandang timnas Thailand dan mantan pelatih Muang Thong United dikutip dari www.bangkokpost.com.

Kekuatan mental "Si Gajah Perang" sudah diuji tuan rumah. Selain masalah kamar, anak asuh Akira Nishino itu sempat membatalkan jadwal latihan. Mereka enggan menempuh perjalanan selama dua jam hanya untuk ke lokasi latihan.

Ya, Thailand U-23 yang masih menginap di Century Park sebelum pindah ke Hotel Jen, diagendakan panitia untuk berlatih di Stadion Sepak Bola Binan di Laguna yang jaraknya mencapai 38 kilometer (km).

"Dari hotel ke tempat latihan itu memakan waktu sampai dua jam. Jadi buat kami itu tidak realistis. Kami memilih untuk mengatur diri sendiri dengan latihan di jalanan (sekitar hotel)," ujar Nishino yang berharap penyelenggara menyediakan lingkungan yang bagus dan makanan yang sempurna untuk timnya.

Thailand U-23 saat ini cuma memiliki 19 pemain untuk SEA Games 2019 setelah Ekanit Panya mengalami cedera lutut. Nishino memilih untuk tak memanggil pengganti. Pelatih asal Jepang itu juga memilih untuk tak memanggil dua slot pemain senior ke dalam timnya.

Korupsi Ratusan Juta, Oknum Kepala Desa Mendekam di Penjara 

Sementara meski tanpa Ekanit, kekuatan lini serang Si Gajang Perang tak berkurang drastis. Masih ada Supachai, Supachok Sarachat, dan Suphanat Mueanta. Selain itu masih ada Sittichok Paso, playmaker kreatif yang memiliki kecepatan bergerak.

Timnas Indonesia U-23 Bisa Dapat Poin

Eks pemain timnas Indonesia, Imran Nahumarury optimistis Garuda Muda memetik angka saat menghadapi Thailand pada laga perdana babak penyisihan grup B cabang olahraga sepak bola SEA Games 2019, Selasa (26/11) sore. Duel berlangsung di Stadion Rizal Memorial, Kota Manila, Filipina.

"Bagi saya pertandingan pertama itu fifty- fifty tapi saya yakin bahwa kita bisa menghasilkan hasil positif di pertandingan pertama nanti. Tapi mereka harus menjaga motivasi mereka bahwa tidak ada tim yang tidak bisa terkalahkan," kata Imran kepada Tribun Network, Senin (25/11/2019).

Seperti diketahui, Thailand merupakan negara terbanyak yang memperoleh medali emas sepak bola SEA Games yakni 16. Sedangkan Indonesia "baru" mengumpulkan dua keping medali emas pada 1987 dan 1991.

Meski demikian, Imran tetap optimistis. Kepercayaan diri eks pemain Persija Jakarta terhadap skuat polesan Indra Sjafri itu berkaca hasil uji coba melawan Iran U-23 di Bali dan Bogor.

Menurutnya, jika Evan Dimas dan kolega sanggup menjaga konsistensi permainan seperti menghadapi Iran, ia yakin Indonesia tak akan menelan kekalahan meskipun lawan yang dihadapinya Thailand.

"Saya pikir kemungkinan besar kita bisa meraih hasil positif kalo mereka bermain sesuai dengan atau yang diinginkan Indra Sjafri atau sesuai dengan apa yang mereka tunjukan ketika mengalahkan Iran," ujar pria berumur 40 tahun itu.

"Meskipun uji coba tidak bisa menjadikan ukuran tapi itu sesungguhnya itu gambaran bahwa karakter kita itu bisa mereka pertahankan ketika melawan Thailand nanti, jadi kemungkinan besar bisa meraih hasil positif yang artinya bisa meraih kemenangan dan bisa juga meraih hasil seri," sambung eks PSSI Baretti (1995-1996).

Selain itu, Imran yang sempat membawa Persija menjuarai Liga Indonesia tahun 2001 menilai dua pemain senior Evan dan Zulfiandi akan berkontribusi positif.

Seperti diketahui, peraturan SEA Games 2019 memperbolehkan setiap tim maksimal diperkuat dua pemain senior. Sebelumnya, Indra telah memanggil Beto Goncalves. Tapi lantaran cedera, bomber Madura United itu batal dibawa ke Filipina.

"Orang selalu bilang wah kenapa sih harus pasang Evan? Kenapa sih harus Zulfiandi? Tapi kan pelatih lebih tahu. Pelatih lebih ngerti teknisnya. Saya pikir harapan Indra itu tidak mengecilkan pemain yang lain tapi saya pikir mereka berdua inilah yang akan menjadi roh permainan Indonesia," ujarnya.

"Ini merupakan kolaborasi yang baik di lini tengah bagaimana mereka berdua bisa membimbing pemain-pemain tengah yang lain, itu sangat penting itu tapi kombinasi pertahanan tengah dan depan itu sudah cukup. Saya pikir keputusan membawa kedua pemain ini sangat positif," sambung eks pemain Persib Bandung dan Persita Tangerang itu.

Di ajang SEA Games 2019, Indonesia masuk grup B bersama Thailand, Vietnam, Singapura, Laos, dan Brunei Darussalam. (TribunNetwork/amj/eko/why)

Logo: RCTI, timnas Thailand U-23, timnas Indonesia U-23

Sosok: Sittichok Paso (Thailand U-23) - Evan Dimas (Indonesia U-23)

HS: Akira Nishino, Indra Sjafri

Siaran langsung RCTI

SEA Games 2019 - Grup B

Thailand U-23 vs Indonesia U-23

Kick-off: Selasa (26/11), 15.00 WIB

Stadion: Rizal Memorial, Manila (Filipina)

Thailand U-23 (4-2-3-1)

Pelatih: Akira Nishino

Muangngam

Sarayut, Shinnaphat, Saringkan, Jaturapat

Wisarut, Rattanakorn

Jaroensak, Sittichok, Anon

Supachai

M Rafli

Feby, Sani, Syahrian, Witan

R Irianto

Firza, Bagas, Dayat, Asnawi

Nadeo

Indonesia U-23 (4-1-4-1)

Pelatih: Indra Sjafri

Tujuh Pertemuan Terakhir

22-03-19 Thailand U-23 vs Indonesia U-23 4-0

15-08-17 Indonesia U-23 vs Thailand U-23 1-1

23-07-17 Thailand U-23 vs Indonesia U-23 0-0

13-06-15 Thailand U-23 vs Indonesia U-23 5-0

22-09-14 Indonesia U-23 vs Thailand U-23 0-6

21-12-13 Indonesia U-23 vs Thailand U-23 0-1

12-12-13 Indonesia U-23 vs Thailand U-23 1-4

Sumber: soccerway, diolah dari pemberitaan

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved