Baru 3 Bulan Gabung PSHT, Pesilat Cilik Diduga Tewas Kena Tendangan Perut

Pesilat cilik peguruan silat PSHT tewas, usai kena tendangan perut saat berlatih di Sragen, Jawa Tengah.

Baru 3 Bulan Gabung PSHT, Pesilat Cilik Diduga Tewas Kena Tendangan Perut
Tribunmanado/Rian Sekeon
Pencak Silat Sulut Lakukan Seleksi Atlet Untuk Pra Pon. 

TRIBUNMANADO.CO.COM - Baru tiga bulan bergabung di perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), seorang pesilat cilik tewas setelah kena tendang perutnya.

Pesilat cilik yang tewas adalah MA (13), warga Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

MA yang juga siswa MTS di Sragen tewas setelah ditendang perutnya oleh senior yang juga pelatihnya, FAS (16), warga Dusun Donoyudan, Kalijambe, Sragen.

Tendangan yang diduga menjadi pemicu tewasnya MA itu terjadi saat latihan rutin PSHT yang digelar di Dukuh Ngrendeng, RT 22, Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong, Sragen, Jawa Tengah.

Plt Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno mewakili Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan mengakui adanya kejadian itu.

“Betul, ada kejadian itu,” ucap AKP Harno kepada TribunSolo.com, Senin (25/11/2019).

Menurut Harno, peristiwa itu terjadi di Ngrendeng, Gumolong, Sragen, Minggu (24/11/2019) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelaku, FAS (16), kata Harno, sudah ditahan di Mapolres Sragen.  “Memang benar, yang bersangkutan nendang di bagian perut,” tuturnya.

Namun demikian, sampai berita ini diturunkan belum ada konfirmasi dari pejabat terkait apakah MA memang benar tewas karena tendangan di perutnya atau karena sebab-sebab lain.

Tewasnya MA membuat pihak keluarga sangat kehilangan. 

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved