Posisi Airlangga Terancam? Agun Gunandjar Siap Nyalon Ketum Partai Golkar

Politisi senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan mundur dari kepanitiaan penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar

Posisi Airlangga Terancam?  Agun Gunandjar Siap Nyalon Ketum Partai Golkar
tribun manado
Ketum Airlangga Hartarto (tiga kiri) didampingi Ketua DPD Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (empat kanan), Ketua Kosgoro 1957 Agung Laksono, Menpora dan Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin saat Konsolidasi Nasional Ormas Tri Karya di Grand Kawanua Convention Center, Kota Manado, Jumat (1/11/2019) malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Politisi senior Partai Golkar Agun Gunandjar Sudarsa menyatakan mundur dari kepanitiaan penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar yang rencananya akan digelar Desember 2019 mendatang.

Jorge Lorenzo Cs Pensiun, Bagaimana Nasib MotoGP

Setelah memutuskan mundur dari kepanitiaan munas, ia selanjutnya menyatakan kesiapan maju sebagai Calon Ketua Umum Partai Golkar menghadapi calon kuat Airlangga Hartarto.

Agun menjelaskan, alasannya untuk maju sebagai caketum dikarenakan belakangan ini, ramai keinginan penunjukan secara aklamasi kepada Airlangga Hartarto sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Selain itu, calon kuat lainnya, Bambang Soesatyo, dikhawatirkan mundur didetik-detik terakhir jelang perlehatan Munas Golkar.

"Semangat saya hanya ingin menjadikan partai ini maju, dihormati dan didukung anggotanya. Partai itu didirikan untuk menjalankan demokrasi yang tujuan akhirnya mewujudkan kesejahteraan rakyat," ujar Agun melalu rilis yang diterima Kompas.com, Minggu (24/11/2019).

Agun berharap, Munas Partai Golkar tahun ini lebih konstitusional, demokratis, dan bersih. Tidak seperti Munas Golkar di Bali, tahun 2016 silam. "Kami ingin munas ini dikembalikan kepada prinsip dan falsafah demokrasi. Caranya ya, Partai Golkar wajib menjalankan proses demokrasi yang benar, dimulai dari munas nanti," ujarnya.

Agun menjelaskan, dalam undang-undang tentang partai politik disebutkan bahwa demokrasi di partai harus sesuai dengan AD/ART partai yang bersangkutan.

"Munas Golkar kali ini, saatnya kita menegakkan aturan main," kata anggota Komisi XI DPR RI dari Dapil X Jabar tersebut. Menurut dia, sesuai AD/ART partai, slah satu syarat seseorang bisa dipilih ialah memegang dukungan suara 30 persen.

Klub Milik Orang Indonesia Pesta Gol di Italia

"Dukungan itu harus dilakukan secara langsung di bilik suara saat munas. Bukan lewat surat dukungan. Mari bersama tegakkan kembali semangat demokrasi di Golkar," tandasnya.

Agun Gunandjar Sudarsa
Agun Gunandjar Sudarsa (tribunnews)

Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Tak Boleh Melenceng dari AD/ART

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved