Info Asam Urat

Asam Urat Bisa Disembuhkan? Pelajari Penyebab, Gejala dan Pengobatannya, Jangan Abaikan!

Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi.

Asam Urat Bisa Disembuhkan? Pelajari Penyebab, Gejala dan Pengobatannya, Jangan Abaikan!
shutterstock
Ilustrasi 

Asam urat biasanya menyerang ibu jari kaki, tapi tidak menutup kemungkinan bahwa asam urat dapat menyerang anggota tubuh lain seperti persendian di pergelangan kaki, lutut, dan siku.

Faktor Risiko

Faktor risiko yang berperan pada munculnya penyakit asam urat adalah mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, mengonsumsi alkohol, berat badan berlebih, kadar kolesterol dan darah tinggi, diabetes, dan meminum obat-obatan tertentu seperti diuretik golongan thiazid yang dapat memicu asam urat.

Dosis rendah aspirin setiap hari juga dapat meningkatkan kadar purin dalam darah dengan menurunnya pembuangan cairan tubuh (eksresi).

Stres akibat cedera, misalnya patah tulang atau prosedur operasi, juga dapat memicu munculnya asam urat.

Gejala
Asam urat juga ditandai dengan tanda-tanda berikut:

Nyeri hebat secara tiba-tiba, terutama pada pangkal ibu jari kaki.
Jaringan sekitar sendi membengkak, merah, dan hangat.
Diagnosis yang biasa diberikan oleh dokter biasanya melalui pengambilan cairan dari sendi yang terkena untuk melihat adanya kristal purin dalam sel darah putih.

Selain itu, dokter juga memeriksa kadar asam urat melalui darah. Pemeriksaan darah juga kadang kurang akurat dikarenakan pada serangan akut, kadar asam seseorang terlihat mendekati kadar normal.

Pengobatan
Serangan akut asam urat dapat ditangani dengan obat-obatan antiradang nonsteroid (NSAIDs) dan obat-obatan lain untuk mencegah asam urat kambuh kembali. Selain itu, beberapa hal berikut dapat membantu Anda.

1. Obat-obatan

Obat-obatan NSAIDs yang mengandung zat ibuprofen, naproksen, merupakan obat pilihan untuk mengatasi penyakit asam urat.

Obat colchicine juga telah digunakan selama berabad-abad untuk mengurangi nyeri dan bengkak pada fase serangan akut. Tetapi, obat ini menimbulkan gangguan perut dan toksisitas dibanding dengan NSAIDs.

Pilihan obat lainnya adalah kortison, baik dalam bentuk pil maupun suntikan. Setelah itu, dokter akan menyarankan pencegahan agar asam urat tidak kambuh lagi. Biasanya berupa obat yang mengandung allopurinol selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

2. Pengobatan Mandiri

Walaupun dokter tidak menganggap makanan dan minuman sebagai penyebab utama asam urat, tapi tidak ada salahnya jika Anda mengubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat.

Jika menderita asam urat, batasi alkohol, menjaga pola makan, dan hindari makanan tinggi purin.

Selain itu, penghentian konsumsi obat yang mengandung allopurinol juga dapat memicu bahkan memperparah kondisi penyakit asam urat.

Sebenarnya, jika Anda telah terkena serangan asam urat, biasanya setelah beberapa saat sendi yang terkena akan normal kembali.

Namun, kemungkinan ini tidak dapat diprediksi. Sebab jika Anda tidak mengobati atau mencegah agar penyakit asam urat tidak kembali, masalah ini akan merusak sendi Anda secara permanen dan timbunan purin tersebut juga dapat memicu timbulnya batu ginjal

Apakah asam urat bisa sembuh?

Banyak yang mengira-ngira apakah asam urat bisa sembuh total atau tidak. Ada yang bilang asam urat bisa sembuh, ada juga yang beranggapan sebaliknya.

Faktanya, penyakit asam urat tidak bisa sembuh total tapi bisa dikendalikan. Artinya, jika kamu mengidapnya, penyakit itu tidak akan hilang. Namun kabar baiknya kamu tetap bisa mencegah agar tidak kambuh.

Ada beberapa orang yang membutuhkan obat untuk mengontrol kadar asam uratnya, dan ada juga yang tidak.

Biasanya, ketika serangan asam urat menyerang terjadi gout akut, kita diminta untuk meminum obat asam urat selama beberapa hari ke depan. Tergantung seberapa parah penyakit asam urat yang dialami.

Jika memang tidak disarankan untuk minum obat, kita tetap harus mengendalikan kadar asam urat supaya tidak melonjak dengan menerapkan diet yang tepat. Beberapa perubahan gaya hidup juga bisa membantu mengendalikan kadar asam urat.

Bagaimana cara mengontrol penyakit asam urat?

Biasanya, dokter akan memberikan obat untuk mencegah gejala asam urat muncul. Namun, jika asam urat sedang kambuh, sebaiknya jangan mengonsumsi obat tersebut karena bisa memperparah serangan.

Ketika itu terjadi, obat yang kamu butuhkan adalah obat pereda nyeri. Umumnya, dokter akan meresepkan obat ini juga untuk berjaga-jaga ketika serangan asam urat terjadi.

Selain dengan obat, makanan dan minuman pun bisa menjadi pemicunya maka itu harus juga dikontrol. Beberapa makanan dan minuman harus diperhatikan, yakni:

  • Kerang
  • Daging merah
  • Bagian organ dalam
  • Garam
  • Minuman yang manis seperti jus manis atau soda
  • Makanan yang tinggi lemak
  • Alkohol khususnya bir dan liquor

Selain itu, kondisi dehidrasi juga bisa memicu terjadinya penumpukan asam urat. Kekurangan cairan menyulitkan tubuh untuk mengeluarkan asam urat, sehingga asam urat justru menumpuk di dalam persendian bukannya dikeluarkan.

Maka itu, untuk mengontrol kadar asam urat, minum air putih setidaknya 8 gelas per hari sangatlah penting.


Jangan Abaikan Gejala Asam Urat

Asam urat kini bukan lagi milik orang-orang lanjut usia.

Di usia muda pun, asam urat bisa menyerang siapa saja yang menganut gaya hidup kurang sehat, terutama pola makan yang tak seimbang.

Walau asam urat lebih banyak menyerang pria, wanita juga memiliki kesempatan yang sama, terlebih setelah menopause. Orang dengan obesitas, hipertensi, diabetes, serta penyakit ginjal, dinilai lebih rentan terkena asam urat.

Penyakit asam urat muncul akibat metabolisme purin yang tidak sempurna. Purin sendiri merupakan jenis protein yang berasal dari berbagai produk hewani, seperti daging merah, jeroan, serta hewan laut, dan juga alkohol.

Purin dalam jumlah berlebih yang tak dapat dimetabolisme oleh tubuh dan dibuang oleh ginjal akan menumpuk dan meningkatkan kadar asam urat.

Saat kadar asam urat naik, biasanya ditandai dengan:

- Rasa nyeri ringan yang kemudian menjadi tak tertahankan pada beberapa sendi. Walau semua sendi bisa terkena asam urat, sendi yang paling umum terserang adalah jari tangan, jari kaki khususnya jempol kaki, pergelangan kaki, dan lutut.

- Peningkatan rasa nyeri akan berkembang dalam waktu yang cepat, sekitar 1-3 jam pertama. Rasa sakit tersebut bisa berlangsung selama 2 bahkan 10 hari.

- Rasa nyeri bisa disertai dengan pembengkakan disertai dengan kulit yang memerah. Saat pembengkakan terjadi, penderita biasanya akan sulit untuk bergerak.

- Nyeri bisa sembuh dengan sendirinya, namun dapat menimbulkan bekas seperti kulit kering pada daerah persendian yang nyeri.

Walau begitu, nyeri bisa kapan saja datang, sehingga penyakit asam urat merupakan penyakit kambuhan, yang bila tak ditangani dengan tepat, akan terus datang.

Penanganan Nyeri Asam Urat

Dokter bisa memberikan rekomendasi obat, sesuai dengan kasus asam urat yang dialami. Bisanya dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti seberapa sering nyeri timbul, obat yang sedang dikonsumsi (yang mungkin terdapat komplikasi), serta riwayat kesehatan keluarga.

Namun, untuk benar-benar bisa menjauhkan asam urat, beberapa ahli merekomendasikan untuk melakukan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan seimbang, mengurangi lemak hewani, serta berhenti mengonsumsi alkohol.

Berikut langkah-langkah perawatan rumahan yang bisa Anda lakukan untuk meredakan asam urat:

- Mengurangi asupan purin. Bukan dengan menghindari makanan yang mengandung purin sama sekali, cukup batasi jumlahnya sehingga tak terjadi penumpukan purin dalam tubuh. Dapatkan protein dari sumber lemak sehat, seperti ikan dan telur.

- Mengonsumsi makanan yang membantu pencernaan, seperti buah dan sayur yang mengandung serat, serta perbanyak konsumsi air putih.

- Rajin bergerak dan olahraga, ini akan membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

- Untuk meredakan nyeri, kompres nyeri yang membengkak dengan es yang dibalut handuk.

SUMBER: https://sains.kompas.com/read/2019/08/28/150756223/asam-urat-dari-penyebab-gejala-hingga-pengobatan?page=all

Editor: Aldi Ponge
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved