Berita Kesehatan

10 Tahun doctorSHARE, Konsisten Hadirkan Layanan Kesehatan Cuma-cuma di Wilayah 3T Indonesia

Sepanjang sepuluh tahun doctorSHARE menyediakan layanan kesehatan untuk wilayah yang dikategorikan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia

10 Tahun doctorSHARE, Konsisten Hadirkan Layanan Kesehatan Cuma-cuma di Wilayah 3T Indonesia
ISTIMEWA
Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II merupakan rumah sakit pertama di dunia yang didirikan di atas sebuah tongkang (barge) yang saat ini sedang disandarkan di Baywalk Mall Pluit dan dibuka untuk dikunjungi oleh masyarakat umum dari 23 November hingga 1 Desember 2019. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sepanjang sepuluh tahun doctorSHARE menyediakan layanan kesehatan untuk wilayah yang dikategorikan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Indonesia.

Layanan kesehatan diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang terkendala akses karena kondisi ekonomi dan geografis, melalui beberapa program-program inovatif seperti Rumah Sakit Apung (RSA) dan Dokter Terbang.

Menurut Pendiri doctorSHARE, dr Lie Dharmawan, Indonesia sebagai negara kepulauan perlu memiliki sistem layanan kesehatan terpadu yang memudahkan masyarakat hingga ke pelosok.

Selama pelayanan bersama doctorSHARE, dr Lie melihat beragam masalah berlapis saat masyarakat membutuhkan layanan kesehatan yang layak.

Katanya, sudah selayaknya setiap masyarakat di Indonesia mendapatkan layanan kesehatan yang sama.

Masyarakat di kota maupun di pedesaan harus mendapat layanan kesehatan yang layak.

Founder doctorSHARE dr. Lie Dharmawan (kanan) saat memberi pemaparan bersama Wakil Ketua Pelaksana Harian doctorSHARE Tutuk Utomo Nuradhy (kiri) dan Project Officer Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II dr Stephanie pada peringatan 10 Tahun doctorSHARE di Baywalk Mall Pluit.
Founder doctorSHARE dr. Lie Dharmawan (kanan) saat memberi pemaparan bersama Wakil Ketua Pelaksana Harian doctorSHARE Tutuk Utomo Nuradhy (kiri) dan Project Officer Rumah Sakit Apung (RSA) Nusa Waluya II dr Stephanie pada peringatan 10 Tahun doctorSHARE di Baywalk Mall Pluit. (ISTIMEWA)

"Ini bukan hanya menjadi tugas pemerintah saja, melainkan tugas kita bersama untuk mewujudkannya,” kata dr Lie.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, hampir 63 persen masyarakat menyatakan akses untuk mendapatkan layanan kesehatan di RS masuk dalam kategori sulit dan sangat sulit.

Angka lain menyebutkan masih ada 60,8 persen masyarakat di Indonesia yang kesulitan mengakses layanan kesehatan primer seperti Puskesmas atau Klinik.

Definisi sulit dalam Riskesdas dilihat berdasarkan jenis moda transportasi yang digunakan, waktu tempuh dari dan menuju lokasi akses kesehatan, serta biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Halaman
123
Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved