Ahok Sandera Bangsa Indonesia, Jadi Bencana, Marwan Batubara: Kita Korban Kebijakan Pemerintah

Marwan Batubara menyebut penunjukan Ahok sebagai Komut Pertamina merupakan suatu bencana.

Ahok Sandera Bangsa Indonesia, Jadi Bencana, Marwan Batubara: Kita Korban Kebijakan Pemerintah
The Jakarta Post/Seto Wardhana/Seto Wardhana
plt Gubernur DKI JakartaBasuki Tjahaja Purnama menyapa wartawan sebelum mengikuti sidang paripurna Pelantikan Presiden RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (20/10). Melalui pelantikan ini Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi menjadi Presiden Ketujuh RI dan wakil Presiden Menggantikan Susilo bambang Yudhoyono dan Boediono. JP/Awo 

Dilansir TribunWow.com, Erick Thohir mengaku menunjuk Ahok karena menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebagai sosok pendobrak.

Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal penunjukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama (BUMN) PT Pertamina
Menteri BUMN Erick Thohir buka suara soal penunjukan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai Komisaris Utama (BUMN) PT Pertamina (Capture Kompas Tv)

Melalui tayangan YouTube KOMPASTV, menyebut pihaknya kini membutuhkan tim yang handal untuk menyelesaikan berbagai masalah di Pertamina.

"Nah, proses-proses daripada pembangunan revinery ini sangat amat berat, jadi saya perlu teamwork yang besar, tidak bisa hanya dirut saja," terang Erick Thohir.

"Harus bagi tugas semua."

Hal itu lah yang menyebabkan Erick Thohir menunjuk Ahok sebagai petinggi di Pertamina.

Ia menyebut Pertamina membutuhkan sosok pendobrak sebagai pemimpin.

"Karena itu lah kemarin kenapa kita mau orang yang pendobrak," ucap Erick Thohir.

"Pendrobrak bukan marah-marah."

Erick Thohir pun menampik pandangan sejumlah pihak yang menganggap Ahok adalah sosok yang emosional.

"Saya rasa Pak Basuki berbeda, Pak Ahok berbeda," terangnya.

"Ya jadi kita perlu figur yang pendobrak supaya ini semua sesuai dengan target."

Lantas, Erick Thohir menjelaskan bahwa sebagai komisaris utama Ahok bertugas untuk mengawasi kerja para direksi.

"Toh beliau ini komisaris utama, kan direksinya yang day to day," ucap Erick Thohir.

"Tapi menjaga semua ini."

Lebih lanjut, Erick Thohir mengaku akan secara rutin menyelenggarakan rapat 30 perusahaan milik BUMN.

"Dan rapat bulanan untuk 30 perusahaan BUMN saya kan lakukan (dipimpin) langsung oleh saya, di mana saya akan mengundang dirut dan komut secara bersamaan," ucapnya.

Hal itu menurutnya perlu dilakukan untuk menghindari konflik antara direksi dengan komisaris utama.

"Jadi saya enggak mau ada drama-drama di dalam perusahaan ya, komut menjelekkan dirut, dirut menjelekkan komut, saya enggak mau," ucapnya.

"Kita rapat bersama, kalau memang ada perbedaan ayo kita duduk."

Lebih lanjut, Erick Thohir menyebut direksi harus bekerja sama secara baik dengan komisaris utama.

"Karena tidak mungkin direksi berjalan tanpa dukungan komisaris, komisaris bukan direksi yang melakukan kerja harian itu kan direksi," imbuhnya.

(TribunWow.com/Jayanti Tri Utami)

PKS Singgung Menteri BUMN: Seolah Tidak Ada Anak Bangsa yang Lebih Bersih dan Cakap Selain Ahok

Skak Mat Penuding, Ini Penjelasan KPK Terkait Tuduhan Lindungi Ahok dari Kasus Korupsi Reklamasi

Ahok Korupsi, Terima Suap Rp 191 Miliar? KPK Semprot Marwan Batubara

Editor: Frandi Piring
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved