Bisnis

OVO Tidak Hanya Digunakan oleh Pelaku Bisnis Besar, Tetapi Juga Merchant Tradisional

Selama dua tahun berkembang, OVO kini sudah banyak digunakan oleh merchant tradisional

OVO Tidak Hanya Digunakan oleh Pelaku Bisnis Besar, Tetapi Juga Merchant Tradisional
TRIBUN MANADO / AJI SASONGKO
Yukie, Head of Strategic Partnership OVO saat talkshow dalam Urban Economy Festival 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sekarang ini, OVO tidak hanya dipakai oleh proses transaksi para pelaku bisnis besar.

Selama dua tahun berkembang, OVO kini sudah banyak digunakan oleh merchandise tradisional.

Demikian dikatakan Yukie, Head of Strategic Partnership OVO saat talkshow dalam Urban Economy Festival, Jumat (22/11/2019).

"OVO itu penetrasinya sudah 90 persen mal dari Sabang sampai Merauke. Jadi tidak ada mal yang tidak ada OVO-nya. Dan pada pertengahan 2018 kami baru mulai masuk ke merchant UMKM," sebutnya.

Pinjaman Online Akseleran ke Merchant UMKM Tokopedia Tumbuh Positif

Dia mengatakan, saat itu mereka mulai menempelkan QR stiker di mana user bisa scan melalui aplikasi OVO ataupun aplikasi Grab untuk bisa bayar ke merchant tersebut.

"Jadi kalau mau beli kopi, sate, bakmi sekarang bayarnya sudah bisa pakai OVO," jelas Yukie.

Lanjutnya, kombinasi antara partner online dan penetrasi di offline membuat OVO Ecosistem saat ini menjadi semakin banyak.

Dana Desa di Sulut Rp 1,2 Triliun, Baru Terserap 46,27 Persen

"Kenapa sih merchant tradisional mau pakai OVO, bukannya ribet ya?" kata Yukie

Ia mengatakan, sebelum menggunakan OVO, setiap hari para pemilik merchat harus menyiapkan uang untuk kembalian.

"Jadi seperti pedagang kaki lima, pagi-pagi sebelum berjualan, mereka harus menyiapkan kembalian," ujarnya.

Sulut United di Mata Radjab Thalib, Mantan Pelatih PS Sleman Asal Manado

Halaman
12
Penulis: Aji Sasongko
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved