Berita Sulut

Ternyata, Virus Demam Babi Afrika tak Membahayakan Manusia dan Hewan Lain

virus African Swine Fever yang ditemukan tahun 1920-an di Afrika itu tidak membahayakan manusia

Ternyata, Virus Demam Babi Afrika tak Membahayakan Manusia dan Hewan Lain
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Sosialisasi dan FGD Simulasi Introduksi ASF (African Swine Fever) di Swiss Belhotel Maleosan Manado, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika hanya menyerang hewan babi.

Dr Tri Satya Putri Naipospos MPhil PhD Komisi Ahli Kesehatan Hewan, Kesmas, Veteriner dan Keselamatan Hewan mengatakan, virus yang ditemukan tahun 1920-an di Afrika itu tidak membahayakan manusia

"Dia bukan zoonosis, artinya bukan ancaman bagi kesehatan masyarakat," kata Satya dalam Sosialisasi dan FGD Simulasi Introduksi ASF di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Selasa (19/11/2019).

Kemudian, ASF adalah penyakit yang menyerang babi saja. "Oleh karena itu bukan ancaman bagi hewan peliharaan dan ternak," ujarnya.

Sulut Wajib Waspada Virus Demam Babi Afrika, Dampaknya Negatif Bagi Ekonomi hingga Pariwisata

Katanya, ASF kini jadi pandemi dunia karena sudah ditemukan di 50 negara. Bahkan tiga perempat negara di Afrika. "Ini sudah menyangkut keamanan pangan," katanya.

Menurutnya, Indonesia patut waspada karena negara-negara tetangga seperti Filipina, Timor Leste dan negara sekitar di Asia seperti China, Korsel dan Jepang telah tertular.

Beberapa daerah sentra peternakan babi di Indonesia, kata dia, di antaranya, Sumut, Kalbar, Bali, Papua, Toraja, NTT dan juga Sulut.

Politisi PKS dan PDIP Ini Debat Keras soal Ahok yang Akan Menjadi Petinggi di BUMN

Meski tak berbahaya bagi manusia, Kepala Balai Karantina Pertanian Klas Manado, Junaidi mengatakan, ASF patut diwaspadai. "Sebab tingkat kematian ternak 100 persen," katanya.

Ini yang patut diwaspadai, ASF bisa menggoyang perekonomian Sulut karena populasi babi di daerah ini lumayan besar.

Kepala Dinas Pertanian dan Peter akan Sulut Novly Wowiling mengatakan, populasi babi di Sulut mendekati 500 ribu ekor. "Pusatnya ada di Minahasa raya," katanya.(ndo)

Ahok Disebut Pimpin Pertamina atau PLN, Politisi Gerindra Malah Tantang Jadi Dirut Krakatau Steel

Iwan Fals Sebut Ahok Luar Biasa, Baru Diusulkan Jadi Pimpinan BUMN Saja Sudah Geger

Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved