Pelaku Pasar Berharap BI Turunkan Bunga Lagi

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini bakal diwarnai sentimen Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia

Pelaku Pasar Berharap BI Turunkan Bunga Lagi
IST/Kompas
Ilustrasi Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini bakal diwarnai sentimen Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI). Pelaku pasar berharap, rapat petinggi bank sentral tersebut kembali menghasilkan keputusan penurunan suku bunga.

Adik Tetty Mendaftar Cabup di Golkar, Olly Singgung Figur Calon Wali Kota Manado

Keputusan ini bisa menjadi sentimen positif bagi IHSG. "Karena tujuan pemangkasan suku bunga untuk mendongkrak perekonomian dan meningkatkan investasi," ujar William Hartanto,  analis Panin Sekuritas, akhir pekan lalu (17/11).

Setali tiga uang, analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji menilai, penurunan suku bunga acuan bisa membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih lebar. Meski begitu, bila BI memutuskan mempertahankan suku bunga, tidak akan berdampak negatif. Suku bunga yang tetap mampu memberikan stabilitas, terutama untuk kurs.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana memiliki pandangan berbeda. Tahun ini, BI sudah cukup agresif menurunkan suku bunga, yakni hingga empat kali. "Saya melihat, baru tahun depan akan turun lagi," prediksi dia.

Enam bulan pertama tahun ini, BI masih mempertahankan suku bunga di level 6%. Memasuki semester kedua tahun ini, BI mulai agresif menurunkan suku bunga (lihat tabel).

Dua skenario

Wawan mengatakan, saham sektor perbankan bakal yang paling sensitif dengan penurunan suku bunga. Hal ini bakal mempengaruhi pendapatan perbankan dalam jangka pendek.

Ingin Jadi CPNS? Pilih 14 Formasi yang Minim Peminat Ini

Setali tiga uang, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Lee Young Jun menjelaskan, margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan bakal berkurang jika bank mengikuti tren penurunan suku bunga.  "Penurunan kualitas NIM akan terjadi lebih cepat, awal tahun 2020 dari sebelumnya pertengahan tahun 2020," terang Lee dalam risetnya per 7 November.

Pasalnya, likuiditas saat ini sedang ketat. Sehingga, belum tentu kredit mengucur lebih deras meski bunga kredit sudah turun mengikuti penurunan bunga BI.

Kemungkinan bank masih akan mempertahankan suku bunga kredit. Terlebih, jumlah penyaluran kredit cenderung flat selama Juni-Agustus. Padahal, BI tiga kali menurunkan bunga acuan selama periode ini.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved