Berita Manado

Kisah Penjual Soto Ceker Ayam Paruh Baya yang Tak Lupa Menengok Orangtuanya di Solo

Suara kendaraan yang berlalu-lalang di bawah flyover Interchange Ring Road Manado mengisi suasana pagi itu.

Kisah Penjual Soto Ceker Ayam Paruh Baya yang Tak Lupa Menengok Orangtuanya di Solo
TRIBUN MANADO/DEWANGGA ARDHIANANTA
Kisah Penjual Soto Ceker Ayam Paruh Baya yang Tak Lupa Menengok Orangtuanya di Solo 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Suara kendaraan yang berlalu-lalang di bawah flyover Interchange Ring Road Manado Provinsi Sulawesi Utara, mengisi suasana pagi itu.

Di sana ada seorang pria penjual soto ceker ayam keliling yang sedang melayani beberapa pelanggan.

Terlihat dua orang pembeli masing-masing telah duduk di kursi kayu kecil sederhana yang disediakan oleh penjual soto.

Sambil menyantap semangkuk soto ceker ayam seorang pembeli berucap tentang rasa hidangan tersebut.

"Enak ini pak sotonya," tukas seorang pembeli soto itu.

Seorang pembeli yang lain sementara terlihat begitu menikmati soto tersebut.

Kisah Penjual Soto Ceker Ayam Paruh Baya yang Tak Lupa Menengok Orangtuanya di Solo
Kisah Penjual Soto Ceker Ayam Paruh Baya yang Tak Lupa Menengok Orangtuanya di Solo (TRIBUN MANADO/DEWANGGA ARDHIANANTA)

Semangkuk soto ceker ayam berisi lontong yang telah dipotong kecil-kecil, beberapa ceker ayam, sepotong tahu goreng, suwiran daging ayam dan sebutir telur rebus.

Dipadu dengan kuah bening soto, taburan bawang merah goreng, sekira segenggam bihun rebus dan irisan seledri.

Penjual soto ceker ayam itu bernama Joko, pria asal Solo Jawa Tengah yang beralih dari penjual es teler ke jualan soto ceker ayam sejak seminggu ini.

"Iya baru satu minggu karena kalau jualan es teler pendapatan kurang karena memasuki musim hujan," ujar Joko, penjual soto ceker ayam keliling, Senin (18/11/2019).

Halaman
123
Penulis: Dewangga Ardhiananta
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved