NEWS

Karena Pengobatan Metode Dilaser Pedagang Soto Lamongan Buta, Gugat Dokter RS Mata Solo Rp 10 Miliar

Pengacara RS Mata Solo Rikawati mengatakan, benar ada gugatan pada RS Mata Solo. kita ikuti proses persidangan dan biar dibuktikan semua di persidanga

Karena Pengobatan Metode Dilaser Pedagang Soto Lamongan Buta, Gugat Dokter RS Mata Solo Rp 10 Miliar
TribunSolo.com/Ryantono Puji
Penjual Soto Lamongan warga Desa Malangjiwan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar Kastur (65) menggugat perdata Direktur RS Mata Solo dan dokter yang menanganinya di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Senin (19/11/2019). 

Namun, uang tersebut belum termasuk biaya hidup, apalagi setelah buta dia tidak bisa bekerja.

Apalagi saat menandatangani perjanjian uang tersebut pihak rumah sakit tidak membacakan poin perjanjian.

"Itu uang Rp 75 juta untuk biaya mengganti kornea yang rusak di dua mata dan uang transport," terang Bekti.

Berdasarkan hal tersebut pihaknya melakukan gugatan perdata yang dilayangkan September 2019 di PN Solo pada Direktur RS Mata Solo dan Dr mata yang menangani kliennya tersebut untuk mengganti biaya hidup Kastur semenjak buta pasca operasi.

Mediasi sudah dilakukan selama tiga kali dan hasilnya deadlock.

Berdasarkan hal tersebut gugatan perdata dilanjutkan dengan sidang perdana pada Selasa (19/11/2019).

Pengacara RS Mata Solo Rikawati mengatakan, benar ada gugatan pada RS Mata Solo.

"Saya sebagai kuasa RS Mata Solo telah menerima gugatan dari Pak Kastur di PN Surakarta," papar Rika.

"Karena kita sudah digugat kita ikuti proses persidangan dan biar dibuktikan semua di persidangan," tambah Rika. (*)

Menggugat imateriil Rp 10 miliar dan materiil Rp 570 Juta

Halaman
1234
Editor: Handhika Dawangi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved