Inilah Prospek Saham Batubara Terbaru

Harga batubara masih akan terus bergerak melemah. Tak heran, kinerja emiten batubara terus turun sepanjang tahun ini.

Inilah Prospek Saham Batubara Terbaru
kontan.co.id
Pergerakan saham di IDX30 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Harga batubara masih akan terus bergerak melemah. Tak heran, kinerja emiten batubara terus turun sepanjang tahun ini. Kondisi ini masih akan berlanjut sampai beberapa tahun ke depan.

Adik Tetty Mendaftar Cabup di Golkar, Olly Singgung Figur Calon Wali Kota Manado

Analis MNC Sekuritas Catherina Vincentia mengatakan, merosotnya harga batubara disebabkan oleh empat faktor. Pertama, perlambatan ekonomi global yang menuju pada potensi resesi. Apalagi China sebagai konsumen batubara terbesar mengalami perlambatan ekonomi.

China tahun lalu menguasai produksi batubara secara global 46% dan berkontribusi pada 51% permintaan batubara global. Pada kuartal III-2019, produk domestik bruto (PDB) China menurun menjadi 6%. Cathy, panggilan akrab Catherina, mengatakan, pertumbuhan ini terendah sejak 30 tahun terakhir.

Kedua, ketidakjelasan perang dagang. Hal ini bahkan berpotensi merembet ke perang mata uang dan perang teknologi. Ketiga, China berniat mengurangi polusi udara dan menggelar kampanye green energy seperti Uni Eropa. Salah satunya, tidak menggunakan batubara dan memilih ke energi terbarukan.

Keempat, AS akan menghentikan 10% pembangkit listrik berbasis batubara pada 2019 dan 2020.

Pengangkutan hasil tambang batubara
Pengangkutan hasil tambang batubara (kompas.com)

Mengerek produksi

Permasalahan lain dari industri batubara adalah pasokan batubara yang sudah mengalami kelebihan. Analis Panin Sekuritas Juan Oktavianus menambahkan, China juga mengalami kelebihan cadangan batubara.

Ingin Jadi CPNS? Pilih 14 Formasi yang Minim Peminat Ini

Padahal pada 2020, Cathy memproyeksikan, pemerintah China akan mengurangi konsumsi batubara 5%-10% karena ingin mengurangi polusi.

Di dalam negeri pun sama saja. Sejumlah emiten batubara saja memasang target produksi batubara akan meningkat di tahun ini.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) memperkirakan akan memproduksi 23,6 juta ton. Angka ini naik dari tahun lalu 22,5 juta ton.

Produksi PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga naik 3% menjadi 27,3 juta ton. Begitu juga PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang akan mengerek produksi jadi 56 juta ton dari 54 juta ton tahun lalu.

Kondisi ini disepakati oleh para analis yang diwawancarai KONTAN akan berdampak pada melemahnya prospek industri batubara. Kepala Riset Kresna Sekuritas Robertus Yanuar menilai, pertumbuhan sektor batubara masih akan terbatas.

Ahok Bersih dan Berprestasi tapi Tidak Disenangi Karena Hal-hal Ini

Bahkan kondisi ini, menurut Juan, akan berlanjut hingga tahun depan. Robertus merekomendasikan, netral untuk sektor batubara. Ia hanya menyarankan PTBA sebagai emiten yang menarik. (Irene Putri Sugiharti) 

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved