Eksekusi Gereja

Eksekusi Lahan di GPdi El-Gibor Tingkulu Ditunda, Massa ke PN Manado

gabungan ormas masih berkumpul di gedung GPdi El-Gibor Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Eksekusi Lahan di GPdi El-Gibor Tingkulu Ditunda, Massa ke PN Manado
TRIBUNMANADO/JUFRI MANTAK
Eksekusi lahan ditunda, gabungan Ormas akan le gedung PN. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Teriakan I Yayat U Santi, terdengar di lokasi eksekusi lahan di Kelurahan Tingkulu, Lingkungan V, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara, yang terdapat gedung GPdi El-Gibor Tingkulu

Selasa (19/11/2019) pagi, sekitar pukul 09.00 Wita, hingga pukul 11.00 Wita, terlihat, gabungan ormas masih berkumpul di gedung GPdi El-Gibor Tingkulu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulawesi Utara.  

"Puji Tuhan, informasi dari pihak Kepolisian, bahwa eksekusi ini ditunda. Meski begitu, kita tetap akan kawal kasus ini," tegas Tonaas Wangko Laskar Manguni Indonesia (LMI) Pdt Hanny Pantow

Lanjutnya, masalah hukum dijalankan, tapi kalau untuk eksekusi tempat ibadah, saya turun langsung, siap mati.

"Karena ini ditunda, siang ini, dari gedung gereja ini, kita akan menuju ke gedung Pengadilan Negeri Manado," ujarnya.

Tambahnya, jangan ada yang arogan, jangan demo di gedung PN, karena kita ke sana untuk mempertanyakan hasil sidang lahan ini.

"Apapun keputusan hakim, namanya tempat ibadah maupun gereja, mesjid, dan tempat ibadah lain, kami akan ada, dan siap mati di tempat ibadah tersebut," tegasnya.

Gembala GPdi El-Gibor Tingkulu Ringroad Pdt Yos Losa, masalah lahan ini sudah sejak 10 tahun yang lalu dia beli dari lelaki bernama Edwin Lomban, dengan surat pembelian tanah.

"Jadi saya beli tanah ini kepada lelaki bernama Edwin Lomban dengan lengkap surat pembelian," katanya.

Lanjutnya, tahun 2004, ada Keluarga Pangemanan Pen, melakukan gugatan tanah ini di pengadilan.

"Sudah pernah dilakukan eksekusi pada tahun 2016. Tapi tidak semua lahan dieksekusi, sehingga gedung gereja ini tidak dapat dieksekusi," ucapnya.

Tambahnya, kali ini, sudah ada beberapa keluarga yang menggugat lahan ini dan berusaha menggusur gedung gereja ini.

"Informasi merega akan menggusur gedung gereja ini, namun saya ada surat pembeliannya, karena yang saya tau tanah ini saya beli dari lelaki Edwin Lomban, dan saya bangun gedung gereja ini," jelasnya.

Penulis: Jufry Mantak
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved