Breaking News:

Bom Bunuh Diri

Begini Persiapan Pelaku Bom Bunuh Diri, Sebelum Memilih ''Bersama 7 Bidadari di Surga''

Keyakinan para pelaku bom bunuh diri atau disebut bomer bahwa jika mereka melakukan bunuh diri, ''berjihad'' akan mendapat hadiah

TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ KAHFI
Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto saat ditemui di RS Bhayangkara Medan. 

Ia mengatakan Polda Sumut dan tim gabungan Densus 88 akan terus melakukan penyelidikan dan penangkapan terkait teroris yang sudah membuat resah masyarakat Sumut khususnya Kota Medan.

"Maka dari itu, mulai kemarin sudah 18 orang yang dijadikan tersangka dan kemarin ada dua terduga teroris yang menyerahkan diri," ujarnya.

Kedua terduga teroris yang menyerahkan diri juga menyerahkan barang bukti kepada petugas berupa senjata api rakitan.

Rudi Suharto (52) merasa sedih tiga anaknya terkait bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi (13/11/2019). Ketiganya yakni Aris (28), Andri (25) dan Fadli (23). Saat ini Andri melarikan diri. (TribunMataram Kolase/ (KOMPAS.com/DEWANTORO))
"Kita akan lakukan yang terbaik untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat," katanya.

Seperti diketahui, Tim Gabungan Polda Sumut dan Densus 88 berhasil menangkap tiga pelaku terduga teroris di Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang pada Sabtu (16/11/2019) pada 10.50 WIB.

Ketiganya, kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto merupakan jaringan peledak bom bunuh diri di Polrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) kemarin.

Gubernur Olly Dondokambey Berulang Tahun, Ketua Forum Generasi Muda Ungkapkan Hal Ini

Tembakan Meriam Jatuh Dekat Pertemuan, Pengawal Ungkap Cara Soeharto Hadapi Detik-detik Mencekam

Tim Survei Fasilitas Kesehatan Tingkat Pratama Ambil Alih Puskesmas Mitoboi Kecil

Orang nomor satu di Polda Sumut mengaku dua dari tiga terduga teroris yang diamankan terpaksa diberi tindakan tegas terukur berupa tembakan sampai meninggal dunia.

"Saat hendak diamankan kedua pelaku yang ditembak mati berusaha melawan petugas dengan senjata api (senpi) rakitan dengan kaliber 22 mm dan senjata tajam," kata Agus saat memberikan komentar di pintu masuk RS Bhayangkara Medan, Sabtu (16/11/2019).

Tim gabungan Inafis dan Labfor melakukan olah TKP di Mapolrestabes Medan pascabom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda, di Medan, Sumatera Utara, Rabu (13/11/2019). Akibat peristiwa tersebut pelaku tewas dan melukai empat personel kepolisian yang berjaga. TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR (Tribun Medan/Danil Siregar)
Selain dua terduga teroris meninggal dunia, satu anggota mengalami luka tusuk di bagian pinggang dan paha sedalam 4 centimeter dan sekarang sudah mendapat perawatan di RS Bhayangkara. (mak/tribun-medan.com)

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved