Penenggelaman Kapal

Penenggelaman Kapal Dihentikan Menteri KKP, Diganti Dilelang? Susi Pudjiastuti: Ada Polisi

Seperti diketahui, Susi merupakan menteri yang getol menjalankan kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing.

Penenggelaman Kapal Dihentikan Menteri KKP, Diganti Dilelang? Susi Pudjiastuti: Ada Polisi
KOLASE TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Menteri Susi Pudjiastuti dan kapal yang ditenggelamkan di Perairan Kema, Minahasa Utara pada Senin (20/8/2018) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Penenggelaman kapal ilegal dihentikan, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti angkat bicara.

Susi Pudjiastuti enggan berkomentar banyak soal rencana kebijakan pemerintah menghentikan penenggelaman kapal illegal fishing. 

Susi hanya mengatakan, ia sudah banyak membahas pentingnya kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing tersebut di media sosial Twitter pribadinya.

"No comment, you buka aja Twitter saya yang lama-lama. Ada banyak policy di sana. Tidak perlu lagi saya bicara," ujarnya saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (16/11/2019) malam.

Seperti diketahui, Susi merupakan menteri yang getol menjalankan kebijakan penenggelaman kapal illegal fishing. 

Kebijakan tersebut merupakan amanat Undang-Undang Perikanan, bukan kebijakan pribadi.

Kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan di Kema dan Susi Pudjiastuti naik kayak pantau selat lembeh
Kapal pencuri ikan yang ditenggelamkan di Kema dan Susi Pudjiastuti naik kayak pantau selat lembeh (KOLASE TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW)

Penenggelaman kapal pelaku illegal fishing juga bukan tanpa proses sebelumnya.

Eksekusi dilakukan setelah ada putusan final pengadilan bahwa kapal tersebut harus ditenggelamkan.

Susi kerap meminta pengadilan untuk memutuskan agar kapal illlegal fishing ditenggelamkan, bukan disita negara dan kemudian dilelang.

Sebab, beberapa kali Susi jengkel mendapatkan fakta bahwa kapal-kapal yang dilelang justru kembali ke tangan bos illegal fishing dengan memanfaatkan sistem lelang negara.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved