News

Pascabom Bunuh Diri Medan, Polisi Jadi Incaran Teroris, Pengamat: Perlu Ada Pembekalan Untuk Anggota

Pengamat Gerakan Islam dari UIN Jakarta, M Zaki Mubarak mengatakan perlu ada pembekalan bagi para polisi.

Pascabom Bunuh Diri Medan, Polisi Jadi Incaran Teroris, Pengamat: Perlu Ada Pembekalan Untuk Anggota
(HO/tRIBUNMEDAN/Polrestabes Medan)
Suasana Polrestabes Kota Medan setelah adanya bom bunuh diri, Senin (13/11/2019). Tampak satu korban jiwa tergeletak 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pascabom bunuh diri yang dilakukan seorang pemuda di Mapolrestabes Medan, Polisi terus lakukan penyidikan.

Akibat peristiwa tersebut pelaku tewas dan melukai empat personel kepolisian yang berjaga. 

Pengamat Gerakan Islam dari UIN Jakarta, M Zaki Mubarak mengatakan perlu ada pembekalan bagi para polisi.

Pembekalan tersebut maksudnya mengingat serangan teror yang terjadi belakangan dialamatkan kepada pihak kepolisian.

"Jadi supaya ada pembekalan pada polisi. Tidak hanya pada polisi yang ada di tempat strategis, tapi di daerah pinggiran juga. Termasuk polisi lalu lintas, karena mereka yang potensial diserang," ujarnya, Sabtu (16/11/2019) di kawasan Kebon Sirih, Jakarta.

Zaki juga mengimbau pada pihak kepolisian agar waspada adanya serangan pada malam hari, sehingga ia berpesan agar polisi tidak berjaga sendirian dimalam hari.

Ia juga berpesan agar polisi diberikan pengamanan yang memadai.

Inter Milan Berada di Jalur Tepat Untuk Merusak Dominasi Juventus di Liga Italia

Alpukat Baik untuk Kesehatan, Makanlah Satu Buah Setiap Hari

Celine Evangelista Disebut Lahirkan Boneka Bayi, Warna Kornea Mata Anaknya Jadi Sorotan!

Termasuk dengan memberikan jaket yang bisa mengamankan dari serangan tusukan.

"Pak Tito, waktu itu sudah menjanjikan akan memberikan proteksi dengan baju pengamanan untuk polisi, tapi saya tidak melihat itu akan dilanjutkan lagi saat ini," ujarnya.

Menurutnya, polisi paling potensial untuk diserang, seperti kasus yang terjadi di Tangerang, Sumatra, di Banten, serta beberapa tempat di Jawa timur dialamatkan pada pihak kepolisian.

"Masyarakat sekarang malah tidak khawatir, karena yang diserang polisi. Tapi ini jadi ironi. Satu sisi masyarakat diimbau untuk proaktif, tapi serangannya mengarah kepada polisi terus," lanjutnya.

Pengamat Gerakan Islam itu berujar perlu ada kesadaran bahwa serangan pada polisi juga serangan pad masyarakat, karena polisi merupakan penjaga keamanan masyarakat.

"Maka dari itu polisi harus melakukan pendekatan yang lebih proaktif sehingga mampu membuktikan bahwa mereka bukan anti Islam, tapi juga sangat dekat dengan Islam," tutup Zaki Mubarak.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com

Kemampuan Krisdayanti di DPR Diragukan Karena Tak Kuliah, KD: Jadi Wakil Rakyat Tak Perlu Sarjana

Tampilan Kompak BCL dan Ashraf Sinclair Saat Kenakan Busana Batik Jadi Sorotan, Sweet Couple Banget!

Kabar dan Penampilan Terbaru Veronica Tan, Tampak Cantik dengan Gaya Rambutnya, Terlihat Bahagia

Subcribe Youtube Tribun Manado Official:

Editor: Gryfid Talumedun
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved