News

Said Sidu Khawatir Kharakter Ahok Saat jadi Pimpinan BUMN, Jelaskan Posisi yang Cocok

Kharakter Ahok dipermasalahkan Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Said Didu, jika ingin memimpin salah satu BUMN

Said Sidu Khawatir Kharakter Ahok Saat jadi Pimpinan BUMN, Jelaskan Posisi yang Cocok
tribunnews/Istimewa
Said Sidu Khawatir Kharakter Ahok Saat jadi Pimpinan BUMN, Jelaskan Posisi yang Cocok 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kharakter Ahok dipermasalahkan Mantan Sekretaris Kementrian BUMN, Said Didu, jika ingin memimpin salah satu BUMN.

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ditemui usai menghadiri diskusi kebangsaan di Universitas Kristen Petra, Surabaya, Jawa Timur, Senin (19/8/2019).(KOMPAS.com/GHINAN SALMAN)
Said Sidu Khawatir Kharakter Ahok Saat jadi Pimpinan BUMN, Jelaskan Posisi yang Cocok(KOMPAS.com/GHINAN SALMAN) (Kompas.com/Ghinan Salman)

Said Didu menyabutkan bahwa sifat Ahok menjadi hal yang patut dikhawatikan untuk menjadikannya pimpinan di perusahaan BUMN.

Mulanya, Said Didu menyoroti tentang gaya kepemimpinan Ahok.

"Bobot tertinggi di situ kalau udah di direksi adalah gaya kepemimpinan," jelas Said Didu.

"Saya enggak tahu cocok di mana gaya kepemimpinan Ahok," sambungnya.

Terkait pernyataan tersebut, Presenter Aiman Wicaksono lantas menanyakan tentang posisi yang cocok di BUMN untuk gaya kepemimpinan Ahok.

"Gaya kepemimpinan mana yang cocok buat Ahok, maksud Anda untuk direksi BUMN maka gaya kepemimpinan Ahok tidak cocok sama sekali?," tanya Aiman Wicaksono.

Ahok Dikabarkan Jadi Calon Bos BUMN, Ini Latar Belakang Pendidikan Suami Puput Nastiti Devi

Said Didu menyatakan bahwa dirinya cukup khawatir terhadap penunjukan Ahok sebagai pimpinan di BUMN.

"Saya masih waswas, begini dalam BUMN kita tahu karakter masing-masing BUMN itu sangat berbeda," ucap Said Didu.

Lantas, ia mengaku penunjukan tersebut bukan lah hal yang salah.

Namun, harus dipertimbangkan kembali terkait posisi yang pas untuk gaya kepemimpinan Ahok.

"Tapi saya menyatakan, tidak ada yang salah pengusulan Ahok untuk masuk BUMN, tidak ada yang salah, tapi harus cari tempat yang pas sehingga karakternya berguna, karakternya itu ada gunanya," terang Said Didu.

Lebih lanjut, Aiman Wicaksono menanyakan tentang kekhawatiran Said Didu soal penunjukan Ahok di BUMN.

"Dan kalau menurut Anda kalau ditaruh di direksi maka karakternya tidak ada gunanya dan tidak akan lolos?," tanya Aiman Wicaksono.

Buya Safii Maarif Tanggapi Ahok Jadi Calon Bos BUMN: Ia Pekerja Keras dan Lurus Orangnya

Menjawab pertanyaan tersebut, Said Didu menyinggung soal sikap Ahok yang menurutnya selalu merasa paling benar.

"Saya takutnya kalau semua nanti BUMN itu akan deadlock kalau berunding kalau tidak berubah gaya beliau," terang Said Didu.

"Jadi gini, gaya beliau kan merasa paling bener, kalau dia enggak setuju maka Anda yang salah."

Lantas, Said Didu menjelaskan soal posisi di BUMN yang cocok untuk Ahok.

"Dan saya katakan begini, saya kalau ditanya Ahok ini cocoknya di mana sih kira-kira?," jelas Said Didu.

"Maka saya carikan tempat dia yang bobot penugasan pemerintahnya besar," imbuhnya.

Simak video berikut ini menit 4.35:

Latar Belakang Ahok

Diberitakan sebelumnya, nama Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok saat ini sedang ramai diperbincangkan oleh publik karena disebut akan mengisi jabatan di BUMN.

Tak banyak yang tahu, ternyata Ahok adalah lulusan Teknik Geologi

Dilansir TribunWow dari laman ahok.org, Sabtu (16/11/2019), disebutkan almamater dari mantan Bupati Belitung Timur ini.

Dalam laman tersebut, dituliskan Ahok berkuliah di Universitas Trisakti.

Tepatnya di Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral pada 1989.

Ahok menghabiskan masa anak-anak dan remajanya di kampung halamannya di Kabupaten Belitung Timur.

Ia pun menempuh pendidikan dasar dan menengah pertamanya di sana.

Tercatat Ahok pernah bersekolah di SD Negeri III Gantung, Belitung Timur pada 1977.

Selepas itu, Ahok bersekolah di SMP Negeri I Gantung, Belitung Timur pada 1981.

Rizal Ramli Sebut Jokowi Cari Masalah Baru, Terkait Wacana Ahok Jadi Menteri BUMN

Pada saat SMA, ia berpindah ke ibu kota.

Ayah dari Nicholas ini lalu bersekolah di SMAK III PKSD Jakarta.

Selepas kuliah, Ahok medirikan sebuah perusahaan berbentuk CV yang bergerak di bidang pertambangan pada 1989.

Hal ini seperti yang dikutip dari tayangan YouTube Kompas Tv, Jumat (15/11/2019).

Tiga tahun berselang, ia mendirikan PT Nurindra Ekapersada.

Tak berhenti sampai di situ, Ahok melebarkan sayapnya di bidang usaha dengan mendirikan Pabrik Gravel Pack Sand di Belitung Timur.

Sayang usahanya terhenti akibat ditutup pemerintah.

Ayah tiga anak ini mengaku ada oknum dari Kementerian Kehutanan, yang menerbitkan sertifikat hutan lindung di lahan tambang miliknya itu.

Ahok kemudian mencoba peruntungannya di dunia politik dengan mencalonkan diri sebagai anggota DPRD kabupaten Belitung Timur.

Partai Perhimpunan Indonesia Baru jadi pelabuhan pertamanya di dunia politik.

Ahok menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur hanya selama satu tahun, hal ini dikarenakan ia mencalonkan diri menjadi Bupati Belitung Timur dan menang pada 2005.

Presiden Jokowi Pilih Ahok untuk Pimpin Salah Satu BUMN Karena Penilaian Hal Ini

Empat tahun berselang, pria kelahiran Belitung ini kembali menjadi anggota legislatif.

Kali ini ia masuk Partai Golkar dan berhasil menjadi anggota DPR RI.

Karier politiknya mulai menanjak saat Joko Widodo (Jokowi) mengajaknya berduet pada pemilihan gubernur DKI Jakarta pada 2012.

Mereka pun berhasil mengalahkan sang petahana, Fauzi Bowo.

Ahok menjabat wakil gubernur hanya dua tahun saja, karena Jokowi terpilih sebagai presiden pada 2014.

Dengan terpilihnya Jokowi sebagai presiden, secara otomatis Ahok menjadi Gubernur DKI Jakarta untuk menyelesaikan periodenya bersama Jokowi.

Pada masa kepemimpinannya, Jakarta mengalami banyak perubahan.

Paling disorot adalah saat Ahok mengubah kawasan lokalisasi Kalijodo menjadi taman terbuka untuk masyarakat.

Pilkada DKI 2017, bersama dengan wakilnya, Djarot Syaiful Hidayat, Ahok kembali mencalonkan diri sebagai pimpinan rakyat DKI Jakarta.

Sayang, langkahnya terhenti pada putaran kedua Pilkada DKI.

Ia berhasil dikalahkan oleh Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Soal Penujukan Ahok di BUMN, Said Didu Ungkap Ketidakcocokan Posisi: Dia Tak Setuju, Anda yang Salah

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved