Berita Sulut

Kadis Perkebunan Beber Jalan Keluar Masalah Lesunya Komoditi Andalan Sulut

Refly Ngantung mengapresiasi kegiatan ini sebagai momentum kembali berjayanya komoditi perkebunan di antaranya kelapa, cengkih dan pala Sulut

Kadis Perkebunan Beber Jalan Keluar Masalah Lesunya Komoditi Andalan Sulut
Tribun manado / Ryo Noor
Focus Group Discussion (FGD) Optimisme Kebangkitan Kembali Perkebunan Sulut 

"Jika ada lahan satu hektare kita bisa tanam kelapa, cabai, jagung dan lainnya,” ujarnya.

Lanjut Ngantung, belum moncernya harga kopra diakibatkan saat ini minyak nabati dunia dihasilkan dari enam komoditi. Selain kelapa dan sawit masih ada bunga matahari dan lainnya menjadi pemyebab berubahnya harga pasar minyak nabati dunia.

“Kalau dulu hanya minyak kelapa. Tapi sekarang ada komoditi lainnya. Sehingga pasar dunia tidak tergantung pada kelapa saja,” beber Ngantung.

Kendati demikian, tambah Ngantung, Pemprov Sulut telah mengantisipasi hal ini dengan menyiapkan alat pengolahan minyak kelapa di Sulut.

Harvey Moeis Buat Sandra Dewi Jatuh Cinta Pada Pandangan Pertama, Melaney Ricardo: So Sweet!

“Solusinya dengan meningkatkan konsumsi minyak kelapa dalam negeri. Selain itu, petani juga bisa mengolah kelapa menjadi VCO,” ujar sia.

Kepala Disbun Sulut menyebut kelapa, pala dan cengkeh merupakan komoditi seksi.

Menurutnya, kelapa Sulut yang masih organik merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki kelapa terbaik dunia. Adapun pala Sulut yang terdapat di Siau juga sudah mendunia dan memiliki sertifikat indikasi geografis.

“Untuk cengkeh, kita sendiri punya indikasi geografis cengkeh Minahasa yang punya kadar tinggi yakni kadar eugenol pada cengkeh dibandingkan daerah yang lain di Indonesia sehingga kita punya posisi tawar yang tinggi,” paparnya.

Dapur Rumah Warga Tondano Ini Roboh saat Gempa 7,1 SR Mengguncang

UPDATE Terbaru Gempa 7,1 SR di Laut Malut, Terasa hingga Sulteng, Mekanisme Pergerakan Naik

Diketahui, Senyawa eugenol merupakan senyawa berwujud cairan bening hingga kuning pucat dengan aroma menyegarkan dan pedas seperti bunga cengkeh kering, memberikan aroma yang khas pada minyak cengkeh.

FGD yang diikuti kalangan wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) ini menghadirkan narasumber yaitu Kepala Dinas Perkebunan Sulut Refly Ngantung, Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Sulut Eko Adi Irianto, dan Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Sulawesi Utara Dendi Handiyatmo.

Selain itu, diskusi yang dimoderatori Kabag Humas Christian Iroth ini turut dihadiri Koordinator JIPS, Rolf Lumintang serta sejumlah petani cengkeh, pala dan kelapa Sulut. (ryo)

Ahok Buka Suara Terkait Tawaran Jadi Petinggi BUMN, Beberkan Tiga Opsi BUMN

Ini Saran Petinggi PKS kepada Ahok Jika Diangkat Sebagai Pimpinan BUMN

Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved