Breaking News:

Guntur Romli: Serikat Pekerja Pertamina Penolak Ahok Terpapar Virus Radikalisme

Guntur Romli menyatakan tokoh-tokoh Serikat Pekerja Pertamina terpapar radikalisme. Mereka ketakutan terhadap sosok Ahok yang antikorupsi.

Kolase: FB/Mohamad Guntur Romli/Kompas.com/GHINAN SALMAN
Mohamad Guntur Romli dan Ahok 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) memasang spanduk-spanduk yang menyatakan penolakan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mengisi jabatan di PT Pertamina (Persero)‎.

Menurut Mohamad Guntur Romli, penolakan yang mengatasnamakan FSPPB itu terjadi, karena tokoh-tokoh Serikat Pekerja Pertamina terpapar virus radikalisme.

"Tokoh FSPPB yang menolak Ahok diduga terpapar virus radikalisme," ujar intelektual muda NU itu.

Guntur Romli mensinyalir Ketua FSPPB Arie Gumilar aktif di Gerakan 212 dan aktif menyebarkan isu SARA dalam gerakan politik.

"Saat ini, viral di medsos mengenai keterlibatan Arie Gumilar bersama tokoh-tokoh yang lain," kata pria kelahiran Asembagus, Situbondo, 17 Maret 1978 ini. 

Ahok Ngotot Tetap di PDIP meski Sudah Jadi Bos di BUMN, PDIP kan Bukan Partai Terlarang

Sedangkan soal cacat persyaratan materiil Ahok seperti yang disebutkan oleh FSPPB, menurut Guntur Romli, hanyalah dalih yang dibuat-buat untuk menjegal Ahok yang dikenal sebagai tokoh antikorupsi.

"Cacat persyaratan materiil itu hanya dalih yang dibuat-dibuat. Maksud mereka Ahok pernah di penjara kan," ungkap politisi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini.

Arie Gumilar, lanjutnya, malah jadi pemuja Habib Rizieq yang pernah dua kali masuk penjara.

"Mereka ketakutan akan adanya perbaikan kinerja di BUMN, karena Ahok kan memang dikenal sebagai sosok yang antikorupsi," kata Guntur Romli.

Ahok Batal jadi Pimpinan BUMN jika Tuntutan Ini Tak Dipenuhi, Pengamat: Tidak Bisa Ditawar

Bagi Guntur Romli, Ahok cocok diberi amanat di BUMN untuk membersihkan perusahaan negara dari korupsi dan meningkat produktivitas.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved