Tahun Depan Indofarma Melecut Alat Kesehatan

PT Indofarma (Persero) Tbk menyiapkan sejumlah rencana pengembangan bisnis alat kesehatan

Tahun Depan Indofarma Melecut Alat Kesehatan
kontan.co.id
PT Indofarma (Persero) Tbk 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Indofarma (Persero) Tbk menyiapkan sejumlah rencana pengembangan bisnis alat kesehatan untuk tahun 2020. Cakupannya mulai dari penambahan produk baru hingga penguatan jaringan pemasaran.

Jokowi-Menko Polhukam Perkenalkan Omnibus Law: Ini Manfaatnya

Tahun depan, Indofarma akan merilis produk sekali pakai atau disposable berupa benang dan produk sterilisasi. "Kedua produk tersebut merupakan OEM (original equipment manufacturer) produk dengan merek milik Indofarma," kata Herry Triyatno, Direktur Keungan PT Indofarma (Persero) Tbk kepada KONTAN, Rabu (13/11).

Indofarma juga bersiap membentuk tim pemasaran khusus alat kesehatan. Sambil jalan, mereka memperkuat jaringan distributor dalam negeri dan luar negeri. Peluang lain yakni, mendorong penggunaan alat kesehatan melalui e-catalog Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Asal tahu, Indofarma telah menjalin kemitraan dengan delapan perusahaan asal China. Kerjasama mencakup produk kesehatan sekali pakai, produk kesehatan konsumsi dan electromedical.

Perusahaan berkode saham INAF di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu juga berkongsi dengan lima perusahaan Korea secara langsung maupun melalui asosiasi The Korea Medical Devices Industry Association (KMDIA).

Wawancara Khusus Putri Wapres KH Maruf Amin: Mundur dari PNS Demi Tangsel

Salah satu alat kesehatan andalan Indofarma yakni bioelectrical impedance analysis (BIA) atau analisis komposisi tubuh, merupakan hasil kerjasama dengan PT InBody Corp Indonesia. Targetnya meliputi rumahsakit, institusi militer, kepolisian, tempat pendidikan dan latihan (diklat) olah raga, perusahaan transportasi, BUMN dan pusat kebugaran.

Adapun Indofarma memacu segmen bisnis alat kesehatan karena pasar yang masih terbuka lebar. Potensi margin penjualannya pun bervariasi. "Peluang ini bisa dimanfaatkan," ungkap Herry.

Oleh karena itu, tahun 2020 Indofarma tak segan-segan mengalokasikan dana untuk renovasi fasilitas produksi dan mengerek impor produk jadi. Sebagian anggaran juga akan mereka gunakan untuk bisnis produk ekstrak alami atawa natural extract. Hanya saja, Indofarma belum mengungkapkan besarannya.

Hingga 30 September 2019, penjualan bersih Indofarma turun 21,05% year on year (yoy) menjadi Rp 583,54 miliar. Hanya penjualan obat ethical atau resep yang naik. Sementara penjualan over the counter (OTC) atau obat bebas serta alat kesehatan turun (lihat tabel).

Wajah Nunung Murung Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Namun manajemen Indofarma menjelaskan, penjualan alat kesehatan dalam sembilan bulan 2018 terkerek oleh penjualan reagen atau pereaksi alami dari bisnis kerjasama operasi (KSO). Tanpa pendapatan KSO tersebut, penjualan alat kesehatan selama sembilan bulan tahun lalu hanya sekitar Rp 70 miliar atau lebih rendah ketimbang tahun ini. (Arfyana Citra Rahayu)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved