Pembunuhan Adik di Mitra

Kronologis Kejadian Kakak Bunuh Adik, Istri Pelaku : Kami Sempat Belikan Beras Buat Korban

Raut sedih terpampang nyata dimuka istri pelaku Nirma Abas (36) saat diwawancarai tribunmanado.co.id hari ini (13/11) tepat dirumah duka Desa Beringin

Kronologis Kejadian Kakak Bunuh Adik, Istri Pelaku : Kami Sempat Belikan Beras Buat Korban
Gio/tribun manado
Kronologis Kejadian Kakak Bunuh Adik, Istri Pelaku : Kami Sempat Belikan Beras Buat Korban 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Raut sedih terpampang nyata dimuka istri pelaku Nirma Abas (36) saat diwawancarai tribunmanado.co.id hari ini (13/11) tepat dirumah duka Desa Beringin, Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara (Mitra), Sulawesi Utara.

Dirinya menjelaskan, setibanya di Desa Beringin, mereka sempat membelikan beras untuk adik (korban), untuk keseharian mereka bersama adik perempuan Melan Tumundo.

"Ketika tiba di sini, niatnya hanya ingin berkunjung saja. Kita sempat membelikan beras kepada mereka sebelum ke rumah. Memang seakan tak ada masalah yang terlihat. Dan memang tidak ada masalah," tutur Ibu dua anak ini.

Ia pun menjelaskan kronologinya seperti apa, karena yang menjadi saksi mata adalah istri pelaku tersebut.

"Saat malam tiba, suasana rumah terlihat biasa saja. Dan memang tak ada perdebatan yang ditimbulkan kedua kakak beradik ini. Setelah mereka berbincang, sang kakak (pelaku) yang adalah suami saya keluar rumah tanpa ada masalah. Korban saat sedang merebahkan badan di ruang belakang," kata Nirma.

Selanjutnya, menjelang dinihari, tiba-tiba suami Nirma sudah bicara tidak karuan didepan rumah.

"Ternyata sudah dipengaruhi minuman keras (Miras). Saat saya keluar untuk melihat, tiba-tiba parang langsung dilayangkan ke korban yang saat itu, sementara tidur dikursi belakang. Sontak saya berteriak karena sudah berlumuran darah, langsung adik perempuan dari suami saya keluar untuk melihat bersama dengan suaminya. Akan tetapi darah sudah membasahi tubuh korban," jelas Nirma.

Ia mengatakan, pelaku sempat keluar rumah usai membacok adiknya. Tapi setelah dilaporkan dan setibanya pihak kepolisian, ia langsung menyerahkan diri.

Bahkan dia memalak mobil kepolisian dan menyuruh aparat untuk mengamankan dirinya. Mungkin dia sudah sadar dengan perbuatannya.

Lepas dari itu, sebagai seorang istri. Ia mengaku sangat terpukul dengan peristiwa yang tak diduga-duga ini.

Yah sebagai seorang istri tentu sangat terpukul dengan kejadian seperti ini. Padahal niatnya hanya sebatas silahturahmi saja.

"Suami saya tepatnya hari ini (13/11) ada tugas dipekerjaannya sebagai penjaga rakit di perairan Manado. Kami di Manado tinggal di Maasing. Kalau kejadiannya seperti ini, mau dikata apalagi. Nasi sudah jadi bubur, hanya kasihan sama dua anak kami yang masih kecil. Memang ini adalah pelajaran yang hebat yang pernah dialami," tutup Istri pelaku. (Ano)

BERITA TERPOPULER :

 Mama Ampuni Papa, Tangis Pilu Anak Korban Suami Bunuh Istri, Pasutri Ini Tinggalkan 3 Orang Anak

 Ngeri, Warga Kaget Lihat Kepala Terpisah dari Tubuh Setelah Duel Maut Antara Paman dan Ponakan

Penulis: Giolano Setiay
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved