Kasus Pembunuhan

Kasus Suami Bunuh Istri, Polisi Sebut Pelaku Mahir Gunakan Parang, Ini Alasannya

Seorang suami bernama Domme Jhein Rorie tega menghabisi nyawa istrinya sendiri bernama Fransien Sandra Mokalu.

Kasus Suami Bunuh Istri, Polisi Sebut Pelaku Mahir Gunakan Parang, Ini Alasannya
Tribun manado / Rian Sekeon
Kasus Suami Bunuh Istri, Polisi Sebut Pelaku Mahir Gunakan Parang, Ini Alasannya 

Di awal video, Lita mengatakan bahwa dirinya tak sanggup menghadapi kenyataan bahwa itu sudah tak memiliki ayah dan ibu.

Albrian Rekam Kondisi Ibunya yang Dibacok Pasangan Tinggal Seatap Belum Sah Suami Istri

Sementara Lita juga memiliki dua orang adik lelaki yang masih kecil.

Saat teman-teman sekolah, guru dan kepala sekolah datang melayat di rumah duka.

Diketahui sang suami Domme Jhein Rorie telah dimakamkan terlebih dahulu, menyusul Fransien Sandra Mokalu yang dimakamkan Selasa (12/11/2019)

Korban Fransien diketahui belum lama ini mendapatkan gelar nurse, Lita pun mengatakan ibunya itu tak sempat menikmati nursenya.

"Mama tak nikmati nurse-nya," kata Lita dengan tangis menjadi-jadi.

Peristiwa ini memang mengejutkan banyak orang.

Mereka tak menyangka kejadian ini akan terjadi.

Apalagi pasangan suami istri ini dikenal baik dan harmonis.

Anak-anak Korban Diberi Pendampingan Ketat

Seperti diketahui pasangan itu, memiliki tiga orang anak, masing-masing bernama Desterlita, Desterlino dan Abigail.

Menurut pakar psikologi, Welly Thomas yang juga merupakan Ketua Himpunan Psikologi Indonesia Sulawesi Utara (HIMPSI Sulut) menyebut perlunya pendampingan ketat terhadap emosi anak-anak ini, terutama selama 7 hari pasca-kejadian.

Menurutnya, 7 hari pertama merupakan masa-masa paling tarumatik yang dihadapi sang anak.

"Dari keluarga terutama harus sangat mendampingi dan menjaga. Jangan biarkan anak-anak mendengar orang lain membahas kejadian tersebut karena rasa trauma akan dibawa hingga dewasa," tambahnya.

Pengawasan anak dalam menggunakan media sosial juga penting, mengingat banyaknya oknum tidak bertanggung jawab yang suka menyebarkan berita hanya sepenggal atau dari satu sisi.

Bupati Majalengka Akui Anaknya Terlibat Penembakan Kontraktor, tapi Bantah Terkait Proyek

Ia juga mengimbau agar masyarakat terutama pemuka agama turut mendampingi sang anak hingga benar-benar sehat.

"Kalau di Minahasa kan mereka lebih dekat dengan pemuka agama, jadi pendampingan dari sisi keagamaan akan lebih efektif ketimbang psikolog yang hanya ada satu atau dua orang," katanya.

Di satu sisi ia menyebut bunuh diri yang dilakukan Domme adalah sebuah bentuk lari dari tanggung jawab.

"Karena tidak ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan, kemudian ia melakukan bunuh diri sebagai sebuah bentuk pelarian," ujarnya ketika dihubungi via telepon. (Fine/Isvara/Rhendi/tribunmanado.co.id)

Penulis: Rhendi Umar
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved