Akhirnya Fintech Punya Pusat Data

Financial Tecnology (fintech) lending akhirnya mempunyai pusat data para peminjam.

Akhirnya Fintech Punya Pusat Data
kontan.co.id
Fintech 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Financial Tecnology (fintech) lending akhirnya mempunyai pusat data para peminjam. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) meluncurkan fintech data center Senin (11/11) kemarin.    

KemenPAN-RB Pantau Medsos CPNS 2019: Antisipasi Terpapar Paham Radikal

Fintech data center ini diharapkan bisa menekan risiko fraud dan mengurangi biaya pinjaman. Ini merupakan pusat data yang berisikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan kolektibilitas kredit dari peminjam.

Untuk saat ini, pusat data baru melibatkan 15 pemain fintech. Mereka adalah Amartha, Danamas, Dompet Kilat, Finmas, Investree, Kimo,
KlikACC, Koinworks, Kredit Pintar, KTA Kilat, Maucash, Modalku, Taralite, Tokomodal dan Uang Teman.

Ke depan, pusat data fintech tersebut bisa disajikan secara langsung pada kuartal I 2020. Info yang disajikan secara realtime bisa mempercepat analisa penyaluran pinjaman ke peminjam.

KPU Sulit Menjegal Eks Koruptor Maju Pilkada

Selain itu, asosiasi juga berharap bisa menggandeng beberapa pusat data dari BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, asuransi, multifinance dan pasar modal. Kerjasama tersebut akan memperluas dan memudahkan akses pendanaan ke masyarakat.

Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi mengatakan,  kehadiran pusat data tersebut bisa mengintegrasikan manajemen risiko lebih baik. Dengan  memiliki pusat data tersebut, pemain fintech bisa mengetahui portofolio calon peminjam. Jika terdaftar sebagai peminjam bermasalah, maka platform lain tidak akan memberikan kredit.

“Hal ini menghindari platform lain memberikan pembiayaan kepada debitur. Berarti, secara industri bicara mengenai manajemen risiko yang lebih terintegrasi,” kata Adrian, Senin (11/11).

Alhasil, biaya risiko peminjam juga bisa turun. Ambil contoh saja, ketika profil pinjaman diketahui maka tingkat kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) bisa ditekan dan akhirnya biaya risiko juga jauh lebih murah.                 

Simak Wawancara Khusus Kepala BKN: Deteksi Pelamar CNPS yang Radikal

Merosot Akibat Banyak yang Jatuh Tempo

Dana kelolaan atawa assets under management (AUM) reksadana terproteksi mengalami penurunan di saat reksadana jenis lain kompak tumbuh. Karakteristik reksadana yang memiliki jatuh tempo ini menjadi penyebab utama penurunan dana kelolaan pada reksadana jenis ini.

Halaman
12
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved