Pembunuhan Melinda Zidemi

Pelaku Pembunuhan Pendeta Melinda Zidemi Divonis Seumur Hidup, Han & Nang Terseok-seok Seusai Sidang

Sidang vonis pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kayuagung, digelar pada siang hari ini, Selasa (12/11/2019).

Pelaku Pembunuhan Pendeta Melinda Zidemi Divonis Seumur Hidup, Han & Nang Terseok-seok Seusai Sidang
TRIBUN SUMSEL.COM/NANDO ZEIN
Sidang kasus pembunuhan Melinda Zidemi, calon pendeta di OKI sudah memasuki vonis hukuman terhadap dua terdakwa, Hendri dan Nang. 

Video saat kedua dibawa ke RS Bhayangkara dan diintrogasi polisi dipublish akun instagram @palembang_bedesau.

Nang memberikan keterangan yang berubah-ubah.

Semula bilang tak kenal Melinda lalu berubah kenal. Ia juga mengaku tak memerkosa.

"Sudah setengah bulan (kenal dengan Melinda Zidemi," kata pemuda gondrong kurus yang badannya dipenuhi tato ini.

Sebelumnya ia bilang tak kenal.

"Karena senang (suka) tadi," katanya saat menjawab pertanyaan kenapa mengadang dan membunuh korban.

Mulanya dia mengaku tak mengenal korban, lalu setelah didesak ia berubah dan mengaku mengenal korban sejak setengah bulan karena bertetangga di Divisi 4 perumahan Pekerja PT PSM Sungai Baung OKI.

2. Mengaku Tak Memerkosa 

Nang mengaku tak memerkosa korban. Pasalnya, Nang mengaku saat itu Melinda Zidemi sedang haid.

Keterangan Nang ini masih diselidiki lebih lanjut. Apalagi ditemukan sperma di tubuh korban. Kuat dugaan Nang ingin hukumannya ringan dengan mengaku tak memerkosa.

Keterangan tersangka Nang ini berbeda dengan rilis polisi sebelumnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menuturkan, kasus ini menjadi atensi yang langsung diperintahkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara kepada Reskrim Polres OKI dan Polda Sumsel.

"Dari hasil visum yang dilakukan, korban tewas karena dicekik. Sebab di leher korban terdapat luka memar bekas cekikan. Selain itu, lidah korban patah, hingga korban susah untuk bernafas," ujarnya, Rabu (27/3/2019).

Selain itu, ditemukan bukti adanya bekas sperma di sekitar area kewanitaan korban. Hal ini memastikan, bila sebelum dibunuh korban terlebih dahulu diperkosa para pelaku.

"Di vagina korban terdapat sperma laki-laki (Pelaku, red). Ini diduga kuat, bila korban memang diperkosa para pelaku," jelasnya.

3. Membunuh Karena Sarung Penutup Muka Terbuka

Tersangka Nang, mengaku membunuh karena penutup wajahnya terbuka.

Nang mengaku tak memerkosa korban. Pasalnya, Nang mengaku saat itu Melinda Zidemi sedang haid.

Keterangan Nang ini masih diselidiki lebih lanjut. Apalagi ditemukan sperma di tubuh korban.

Polisi terpaksa melumpuhkan dua pria berambut gondrong tersebut karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap.

4. Cinta Ditolak

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, motif awal memang karena pelaku menaruh sakit hati terhadap korban yang berlatar asmara.

Diduga cinta salah seorang pelaku ditolak.

5. Tetangga Korban

D, Tetangga Korban, memastikan kedua pria yang fotonya tersebar itu memang pelaku yang ditangkap polisi.

"Dua anak itu tetangga korban. Saya sering ketemu dengan mereka berdua itu," kata D.

D mengatakan, kabar penangkapan dua pemuda itu sudah tersebar luas di sana.

6. Ada Barang Bukti Karet Pengikat

Ceritanya polisi memang sejak awal curiga dengan dua pemuda ini.

"Kabarnya sisa karet ban untuk mengikat Melinda di TKP juga ditemukan di kamar dua pemuda itu. Tetangga dekat, sama-sama tinggal di Divisi 4," katanya.

D mengatakan dua pemuda itu merupakan pekerja di PT PSM. Keduanya bertugas sebagai tenaga pemanen di sana.

7. Orang Sumsel

D mengenal dua pemuda itu bukan berasal dari luar Sumsel.

Keduanya merupakan warga asal Kecamatan Rambutan Banyuasin Sumatera Selatan.

"Kalau di Divisi 4 itu banyak warga campuran. Tidak semuanya berasal dari Nias," kata D.

8. Luka Tembak di Kedua Kaki

Pelaku pemerkosa dan pembunuh pendeta muda Melinda Zidemi harus menerima tindakan tegas terukur dari polisi.

Nang dan Han mengalami luka tembak di kakinya.

Foto keduanya pun sudah tersebar ke internet.

Foto yang beredar tersebut terlihat keduanya terbaring dengan kaki diperban

Diketahui, calon pendeta Melinda Zidemi bersama seorang anak didiknya, Nita Pernawan (9) berangkat dari divisi 4 dengan menggunakan sepeda motor Honda Revo Warna Hitam List Merah menuju ke pasar jeti, sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban diadang di jalan dengan cara jalan diblokir menggunakan batang kayu balok.

Korban yang berhenti dihampiri oleh diduga kedua orang pelaku yang menggunakan penutup wajah.

Kedua korban lalu diseret ke dalam kebun sawit lalu dicekik dan tangan diikat menggunakan karet bekas ban dalam motor.

Korban Nita Pernawan pingsan dan dibuang disemak semak di areal perkebunan sawit.

Namun akhirnya bisa menyelamatkan diri. Sedangkan Melinda ditemukan tewas.

Pelaku Pembunuhan PNS Kementerian PU Habiskan Uang Korban untuk Karaoke dan Sewa Perempuan

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Divonis Seumur Hidup, Dua Terdakwa Pembunuh Calon Pendeta Terseok-seok Dituntun Polisi, https://palembang.tribunnews.com/2019/11/12/divonis-seumur-hidup-dua-terdakwa-pembunuh-calon-pendeta-terseok-seok-dituntun-polisi.

Penulis: Frandi Piring
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved