Pembunuhan Melinda Zidemi

Pelaku Pembunuhan Pendeta Melinda Zidemi Divonis Seumur Hidup, Han & Nang Terseok-seok Seusai Sidang

Sidang vonis pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Kayuagung, digelar pada siang hari ini, Selasa (12/11/2019).

Pelaku Pembunuhan Pendeta Melinda Zidemi Divonis Seumur Hidup, Han & Nang Terseok-seok Seusai Sidang
TRIBUN SUMSEL.COM/NANDO ZEIN
Sidang kasus pembunuhan Melinda Zidemi, calon pendeta di OKI sudah memasuki vonis hukuman terhadap dua terdakwa, Hendri dan Nang. 

Hendri dan Nang kemudian berjalan menuju ruang tunggu tahanan sementara dengan terseok-seok dituntun oleh petugas kepolisian. (Sriwijaya Post)

Begini Nasib Ketiga Anak Keluarga Rorie-Mokalu Pasca-Kejadian Pembunuhan dan Gantung Diri

 Kronologi Melinda Zidemi Dibunuh Hendri dan Nang

Nang (20), salah satu tersangka pembunuhan calon pendeta Melinda Zidemi (24) di Kabupten OKI, Sumatera Selatan, mengaku memendam rasa cinta dengan korban sejak delapan bulan bekerja di perkebunan sawit.

Selama bekerja, ia selalu melihat korban keluar menuju pasar. Namun, satu pekan sebelum kejadian, pelaku sempat tersinggung dengan ucapan korban sehingga memicunya nekat untuk membunuh korban.

"Saya dikatain jelek. Saya memang suka, tapi takut ngomong," kata Nang yang terduduk di kursi roda di Mapolda Sumatera Selatan, Jumat (29/3/2019).

Video: Melinda Zidemi Gadis Yang Ditemukan Tewas di Sungai Baung Ternyata Akan Menikah
Video: Melinda Zidemi Gadis Yang Ditemukan Tewas di Sungai Baung Ternyata Akan Menikah (Sripoku)

Ucapan korban ternyata membuat Nang dendam. Ia lalu mengajak tersangka Hendri (18) untuk menghadang korban saat melintas di lokasi kejadian.

Sebelum menghadang, mereka mencari kain sarung untuk menutupi wajah agar tak dikenali oleh korban. Selain itu, Nang juga menyiapkan ban dalam untuk mengikat tangan dan kaki korban.

Pada Senin (25/3/2019) sekitar pukul 18.00, kedua pelaku menyergap MZ dan seorang bocah berinisial NP yang bersama dengannya.

NP diikat lebih dulu oleh pelaku Hendri. Selanjutnya korban Melinda Zidemi dibekap dan hendak diperkosa oleh para pelaku. Namun, MZ ternyata datang bulan. Kedua pelaku melecehkan Melinda Zidemi dan kemudian mencekiknya hingga tewas.

"NP diikat, lalu dicekik, setelah itu baru Melinda Zidemi. Waktu kami mau perkosa, korban lagi mens jadi hanya kami cabuli," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Frandi Piring
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved