Imam Nahrawi Tersangka Suap Rp 14.7 M Gagal Bebas dari Rutan Guntur

Mantan Menpora Imam Nahrawi gagal bebas dari Rutan Guntur, setelah hakim PN Jakarta menolak gugatan praperadilan yang diajukannya.

Imam Nahrawi Tersangka Suap Rp 14.7 M Gagal Bebas dari Rutan Guntur
KompasTV
Mantan Menpora Imam Nahrawi 

Pihak KPK menahan mantan Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu di Rutan KPK cabang Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

Miftahul Ulum yang merupakan "orang dekat" Imam Nahrawi juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK.

Kasus korupsi yang menjerat Imam Nahrawi merupakan pengembangan atas kasus dugaan suap dalam pengajuan dana hibah dari KONI ke Kemenpora tahun 2018.

Kasus itu terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap tiga pejabat Kemenpora dan dua petinggi KONI pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah:

==Deputi IV Kemenpora Mulyana,

==Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo,

==Staf Kemenpora Eko Triyanto,

==Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy, dan

==Bendahara Umum KONI Jhony E Awuy.

Kelimanya telah menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta dan divonis terbukti bersalah melakukan pemberian dan penerimaan suap.

Hamidy divonis 2 tahun 8 bulan penjara dan Johnny divonis 1 tahun 8 bulan penjara.

Sementara itu, Mulyana divonis 4 tahun 6 bulan penjara. Adapun Adhi Purnomo dan Eko divonis 4 tahun penjara.

Hamidy bersama Johnny selaku dari pihak KONI terbukti menyuap tiga orang pihak Kemenpora, yakni Mulyana, Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.

Suap tersebut berupa:

==1 unit Toyota Fortuner,

==kartu ATM dengan saldo Rp100 juta,

==uang tunai sebesar Rp 300 juta dan

==ponsel merek Samsung Galaxy Note 9, kepada Mulyana.

Adapun jatah suap untuk Adhi Purnomo dan Eko Triyanta berupa uang tunai Rp215 juta.

Pemberian hadiah berupa uang dan barang itu bertujuan supaya Mulyana dan dua rekannya itu membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora yang diajukan KONI.

Proposal bantuan dana hibah yang diajukan KONI kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event 18th Asian Games 2018 dan 3rd Asian Para Games 2018.

Kemudian, proposal dukungan KONI dalam rangka pengawasan dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi Tahun 2018.

(tribun network/gle/coz)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved