Bank Tawarkan Pemanis untuk Genjot KPR

Penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga kuartal III-2019 masih tersendat. Sejumlah bank pun berupaya ekstra

Bank Tawarkan Pemanis untuk Genjot KPR
IST/Kompas
Ilustrasi Bank Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Penyaluran kredit kepemilikan rumah (KPR) hingga kuartal III-2019 masih tersendat. Sejumlah bank pun berupaya ekstra agar KPR mengalir kian kencang. Salah satu caranya seperti menggelar program promo bersama pengembang.

Bank Indonesia (BI) mencatat, penyaluran KPR per September 2019 tumbuh melambat sebesar 10,8% year on year (YoY) menjadi Rp 499,3 triliun dari periode sama di 2018 yang tumbuh 14,5% yoy.

Tren Bersolek Kerek Bisnis Personal Care

General Manager Divisi Manajemen Produk Konsumer PT Bank Negar Indonesia Tbk (BNI) Donny Bima mengatakan, kondisi penyaluran KPR tersebut sejalan dengan industri properti yang belum menunjukkan kenaikan penjualan secara signifikan.

BNI sebetulnya masih berhasil menorehkan pertumbuhan KPR. Namun, capaian tersebut belum mencapai target dua digit. Per September 2019, KPR BNI sebesar Rp 45,06 triliun atau tumbuh 9,5% yoy.  Tiket size KPR BNI di kuartal III -2019 berada di kisaran
Rp 300 juta-Rp 350 juta.

"Ini sesuai dengan penjualan properti saat ini yang mengalami pertumbuhan di segmen di bawah Rp 500 juta," ujar dia, Jumat (8/11). BNI akan berupaya mengejar pertumbuhan dengan memberi kemudahan pengajuan KPR secara online melalui formulir elektronik BNI Griya.

Handayani, Direktur Konsumer PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mengatakan, ada beberapa strategi yang dijalankan BRI untuk mendorong penyaluran KPR, seperti  memperluas kerjasama dengan pengembang serta memberikan program bunga khusus untuk nasabah payroll. Informasi saja, suku bunga KPR BRI saat ini berada di kisaran 9%-12% per tahun.

DPR Minta Prabowo Lobi Anggaran ke Jokowi

Strategi itu cukup berhasil mengingat realisasi penyaluran KPR BRI hingga kuartal III-2019 yang tumbuh 21,8% yoy. Angka itu lebih tinggi daripada pertumbuhan di tahun lalu, yaitu 20,3% yoy. "Sampai akhir tahun, kami targetkan tumbuh 21%-22%," ujar Handayani.

Strategi yang sama juga dilakukan PT Bank CIMB Niaga Tbk. Bank swasta ini masih akan melakukan program khusus untuk menarik nasabah lewat bekerjasama dengan sejumlah pengembang. Baru-baru ini, CIMB Niaga meluncurkan program bunga KPR tetap selama setahun sebesar 2,4%.

Lani Darmawan, Direktur Konsumer CIMB menargetkan pertumbuhan KPR bank tersebut di kisaran 11%-13% sampai di akhir tahun ini. Hingga kuartal III-2019, penyaluran KPR CIMB Niaga tumbuh 12,3% yoy  dengan rata-rata ticket size KPR bank ini sekitar Rp 600 juta.

Sementara PT Bank Mandiri Tbk hanya berhasil mencatatkan pertumbuhan KPR 2,5% yoy di kuartal III-2019. Panji Irawan, Direktur Keuangan Bank Mandiri mengatakan, Bank Mandiri sangat selektif dalam menyalurkan KPR.  Hingga akhir tahun ini Bank Mandiri tidak akan jor-joran dalam menyalurkan KPR. Namun, Bank Mandiri tetap akan menyesuaikan bunga KPR-nya dengan bunga di pasar.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved