Perwira Polisi Tembak Perut Demonstran, Rekaman Video Beredar di FB

Polisi Hongkong menembak perut seorang demonstran di kawasan Sai Wan Ho, Hongkong. Dari dua korban dengan luka tembak, satu kritis.

Perwira Polisi Tembak Perut Demonstran, Rekaman Video Beredar di FB
Hkfp
Seorang perwira polisi menembak perut demonstran yang beraksi di Sai Wan Ho, Hongkong. 

Sekitar pukul 12.20 pemerintah mengeluarkan pernyataan bahwa seorang perwira polisi telah menembak sedikitnya satu orang demonstran dengan peluru tajam.

Namun, pihak kepolisian membantah tuduhan bahwa polisi senior telah memerintahkan para perwira di garis depan untuk menggunakan senjata api secara sembarangan selama operasi pada Senin.

“Tuduhan itu tidak benar dan jahat. Polisi punya pedoman dan perintah ketat terkait penggunaan senjata api," ujarnya.

"Kami menyerukan kepada pengunjuk rasa yang radikal agar tenang dan rasional. Mereka harus menghentikan semua tindakan yang mengancam keselamatan orang lain dan menghalangi tugas sah polisi."

Legislator pro-demokrasi Ray Chan mengkritik cara seorang perwira polisi antihuru hara menangkap pengunjuk rasa yang terluka yang berupaya melarikan diri.

Lewat cuitan, Chan menulis: Pemuda tak bersenjata yang ditembak polisi di perutnya adalah alumnus Salesian School di #HongKong Island, sekolah menengah pertama yang saya kunjungi. Apakah ini cara yang tepat untuk menangani korban yang kemungkinan menderita laserasi organ internal dan pembuluh darah yang hancur? #SaiWanHo #HongKongProtests #FreedomHK

Sekitar pukul 10:22 pagi, gas air mata ditembakkan dalam upaya untuk membersihkan para pengunjuk rasa yang telah sementara memblokir sebagian Sai Wan Ho dengan barikade dan batu bata.

Beberapa bagian Hong Kong lumpuh pada Senin ketika pengunjuk rasa mencoba mengganggu perjalanan pagi sebagai bagian dari rencana yang lebih luas untuk memobilisasi pemogokan umum.

Penangkapan dilakukan di Tuen Mun, Wong Tai Sin dan Sha Tin. Layanan MTR terganggu di Jalur Kwun Tong, Jalur Tung Chung, Jalur Kereta Timur, dan Jalur Ma On Shan. Layanan kereta ringan juga terpengaruh.

Demonstran telah bersumpah untuk meningkatkan taktik mereka setelah kematian Alex Chow Tsz-lok (22), yang meninggal karena setelah jatuh dari lantai satu ke tempat parkir. Sementara penyebab kematian Chow masih belum jelas, polisi antihuru hara melakukan operasi pembubaran di dekatnya pada saat korban jatuh.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Sigit Sugiharto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved