Kasus Pembunuhan

Pembunuhan di Minahasa, Pengamat Hukum: Bisa Jadi Tewas Sebelum Gantung Diri

Pengamat Hukum Universitas Sam Ratulangi Toar Paliliangan ikut memberikan tanggapannya soal kasus gantung diri di Minahasa

Pembunuhan di Minahasa, Pengamat Hukum: Bisa Jadi Tewas Sebelum Gantung Diri
Istimewa
Petani Cap Tikus Temukan Pelaku Pembunuh Istri Tergantung di Perkebunan 

Lanjutnya, untuk masyarakat, boleh ambil pelajaran dari peristiwa ini.

Pengamat Hukum Toar Palilingan
Pengamat Hukum Toar Palilingan (TRIBUNMANADO/JUFRY MANTAK)

Bahwa hidup dalam perselingkuhan atau mendua hati, adalah kehidupan yang tidak normal.

"Bahkan, selalu menjadi alasan cekcok rumah tangga, sehingga sering berujung perceraian, bahkan sering karena cemburu banyak penganiayaan dan pembunuhan terjadi," ujarnya.

Tambah pengamat Hukum dari Unsrat itu, walaupun selingkuhan itu juga mengaku, namun ada juga prosedur visum luar atau dalam atau otopsi.

"Ahli forensik bisa tahu kenapa pria itu meninggal, meski terlihat gantung diri. Namun, kita bisa menduga, kemungkinan dia dibunuh dulu baru gantung diri. Namun itu forensik yang akan tahu, jika diotopsi," katanya.

Seperti diberitakan, seorang suami bernama Domme Jhein Rorie tega menghabisi nyawa istrinya sendiri bernama Fransien Sandra Mokalu.

Menariknya usai melakukan tindakan tersebut, sang pelaku ikut menghabisi nyawanya sendiri dengan cara menggantung diri.

Lokasi pembunuhan sebelum pelaku mengakhiri nyawanya, terjadi di Desa Noongan II Jaga II Kel Noongan Dua, Kecamatan Langowan Barat Kabupaten Minahasa.

Kapolres Minahasa, AKBP Denny Irawan Situmorang, melalui Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Sugeng Wahyudi, menjelaskan kronologi kejadiannya.

Habisi Istri lalu Bunuh Diri, Suami Dikubur Duluan: Desterlino Ungkap Kata-kata Terakhir sang Ayah

Habisi Istri dengan Parang

Halaman
123
Penulis: Rhendi Umar
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved