Politik

Patrice Rio Kritik Surya Paloh, Sebut Politik Nasdem Bingungkan Rakyat, DPP: Dia yang Menyimpang

Mantan Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella kritik petinggi partai, Surya Paloh, soal sikap politik partai yang pernah ia komandoi tersebut.

Patrice Rio Kritik Surya Paloh, Sebut Politik Nasdem Bingungkan Rakyat, DPP: Dia yang Menyimpang
net
Patrice Rio Capella. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mantan Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella menyuarakan kritik yang tampak ditujukan kepada petinggi partai Nasdem, Surya Paloh.

Selain itu, Rio menyebutkan menyinggung komposisi kabinet Indonesia Maju yang dipilih Presiden Jokowi, yang dimaksudkannya belum diterima oleh pihak Nasdem. 

Patrice Rio Capella juga menyoroti pelaksanaan kongres Partai Nasdem yang tidak mengundang Presiden dalam acara tersebut. 

Menurut Rio, kini Nasdem hanya mementingkan kepentingan elite dan kelompok tertentu di internal sehingga tak lagi memperjuangkan kepentingan partai. 

"Sangat mengejutkan saat pimpinan Partai Nasdem (Surya Paloh-red) bermanuver menemui dan berkomunikasi dengan pimpinan partai lain di kubu oposisi. Padahal pada saat yang sama, Nasdem bagian dari koalisi pemerintah," kata dia.

Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella dalam konferensi pers di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamia (24/1/2013). Dalam konferensi pers tersebut, aktivis 98, Enggartiasto Lukita dan perwakilan dari profesional muda menyatakan bergabung dengan Partai Nasdem.
Ketua Umum Partai Nasdem Patrice Rio Capella dalam konferensi pers di DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamia (24/1/2013). Dalam konferensi pers tersebut, aktivis 98, Enggartiasto Lukita dan perwakilan dari profesional muda menyatakan bergabung dengan Partai Nasdem. (KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES)

Melansir dari Kompas.com, Rio juga tampaknya tak habis pikir apabila manuver yang dilakukan Partai Nasdem itu adalah bentuk kemarahan partai tersebut karena kehilangan kursi Jaksa Agung di Kabinet Indonesia Maju saat ini.

Padahal, kata dia, pembentukan kabinet merupakan hak prerogatif Presiden yang tidak bisa diatur oleh siapa pun.

"Ini terlalu orientasi, terlalu menuduh keterpaksaan. Harusnya tidak begitu," kata dia.

"Jadi apapun hasil dari kabinet kita harus menghormati."

"Jadi tidak ada lagi manuver-manuver yang membingungkan publik."

Halaman
123
Penulis: Frandi Piring
Editor: Frandi Piring
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved