Berita Manado

Kisah Wanita yang Sudah 33 Tahun Memulung di Tempat Pembuangan Akhir

Wanita yang akrab dipanggil Non itu sudah menjadi pemulung sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo dibangun.

Kisah Wanita yang Sudah 33 Tahun Memulung di Tempat Pembuangan Akhir
TRIBUN MANADO/AJI SASONGKO
Kisah Wanita yang Sudah 33 Tahun Memulung di Tempat Pembuangan Akhir 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dia adalah Non Gere (58), warga Tuminting, Manado.

Wanita yang akrab dipanggil Non itu sudah menjadi pemulung sejak Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo dibangun.

Saat ditemui, Gere mengaku sedang istrirahat.

Dia mengenakan topi kuning, kaos lengan panjang, celana panjang lengkap dengan sepatu bot.

"Sudah 33 tahun saya di sini. Dulunya tempat ini adalah jurang," sebutnya kepada tribunmanado.co.id sambil menunjukkan jari ke kanan dan kiri.

Dia memulung di tempat yang berlokasi di Jalan Santiago, Buha, Mapanget, Manado, Sualwesi Utara, bersama menantu dan juga cucu yang suka mengikutinya.

Ia memilah plastik-plastik dari gundukan-gundukan sampah. Setelah didapatkan, sampah dipisahkan sesuai jenisnya.

Ada yang botol air mineral ada yang botol plastik tebal seperti wadah deterjen. Sampah-sampah itu dimasukkan ke dalam trash bag.

Setelah satu minggu, sampah tersebut baru ditimbang. Sampah yang ditimbang harus dipastikan tidak air didalamnya.

"Kalau botol air mineral ringan. Sekilo Rp 1500. Kalau botolyang tebal Rp 2000 perkilo," katanya.

Halaman
12
Penulis: Aji Sasongko
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved