Senjata Tajam

Kapolsek Measa Kuatir Terjadi Kasus Siswa Tikam Guru

Kompol Elias Maramis Kapolsek Maesa membenarkan peristiwa kepemilikkan senjata tajam (sajam), jenis pisau badik berbahan besi putih.

Kapolsek Measa Kuatir Terjadi Kasus Siswa Tikam Guru
christian wayongkere/tribun manado
Kapolsek Maesa Kompol Elia Maramis sambil memegang barang bukti senjata tajam (sajam) jenis pisau badik, yang ditemukan dari tangan seorang pelajar SMP.‎ 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kompol Elias Maramis Kapolsek Maesa membenarkan peristiwa kepemilikkan senjata tajam (sajam), jenis pisau badik berbahan besi putih yang disimpan seorang pelajar SMP di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Informasi yang dihimpun polisi dari keterangan pelaku pria RP alias Rifo (16), sajam itu dia mengaku hanya ditemukan.

Namun tidak bisa dijadikan alasan.

Mengaku Dapat Sajam Jenis Pisau Badik, Siswa SMP di Gelandang ke Polsek

Kalau ditemukan minimal sajam itu diserahkan kepada orang tua, namun kenapa di bawa ke sekolah.

"Bisa saja terjadi seperti kejadian siswa tikam guru hingga meninggal. Bisa saja terjadi jika dibiarkan anak-anak sekolah membawa sajam ke sekolah," kata Kapolsek di ruang kerjanya, Senin (11/11/2019).

Pihaknya berterima kasih kepada satpol PP Kota Bitung, yang duluan mengamankan sembari berharap kejadian ini tidak akan terjadi di lingkungan sekolah maupun tempat lain.

Dimana anak-anak sekolah rentan membawa sajam.

Kasus ini kata Kapolsek akan di proses sambil melihat perkembangan, agar supaya masyarakat luas tau.

Orang tua dan guru tau, jangan membiarkan anak-anak sekolah membawa dan memiliki sejam.

"Kami ingin satu kota Bitung tau, bahwa kepemilikan sajam tanpa izin ada hukumannya," tegasnya.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Maickel_Karundeng
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved