Politik

Gibran Rakabuming Raka Putuskan Dinasti Politiknya: Saya Minta Jadi Menteri Saja

Gibran menagu dirinya terjunnya ke politik hanya karena niat untuk menghidupi orang lebih banyak lagi.

Gibran Rakabuming Raka Putuskan Dinasti Politiknya: Saya Minta Jadi Menteri Saja
TribunSolo.com/Adi Surya
Anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka mengurus pembuatan kartu tanda anggota (KTA) di Kandang Banteng kantor DPC PDI Perjuangan (PDIP) Solo, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gibran Rakabuming Raka blak-blakan ungkap keinginannya jika ia berkarir di dunia politik. 

Dinasti politik tengah menerpa putra sulung Presiden Joko Widodo itu. 

Mencuatnya kabar tersebut menyusul usaha Gibran Rakabuming Raka untuk bisa ikut mencalonkan diri dalam Pilkada Solo 2020 mendatang. 

Menanggapi isu tersebut, Gibran Rakabuming Raka mengatakan dirinya tidak berpikir soal dinasti politik saat terjun ke dunia politik. 

Gibran menagu dirinya terjunnya ke politik hanya karena niat untuk menghidupi orang lebih banyak lagi.

"Orang bilang, kenapa Mas kamu enggak nunggu Bapak selesai jadi Presiden dulu? Kelamaan. Ya momennya itu sekarang (maju Pilkada)," kata Gibran saat menjadi pembicara dalam acara talkshow Banteng Muda Indonesia (BMI) di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Minggu (10/11/2019).

"Mungkin orang bilang dinasti politik segala macam. Saya kan ikut kontestasi, bisa dipilih bisa tidak. Bisa kalah, bisa menang. Kalau dinasti politik, mungkin saya kemarin minta jadi menteri atau apa saja," lanjut dia.

Gibran Rakabuming Raka menunjukkan KTA 'Kader Banteng' sementara yang dicetak di kertas HVS di kantor DPC PDIP Solo, Jalan Hasanudin nomor 26, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Senin (23/9/2019). (Tribun Solo
Gibran Rakabuming Raka menunjukkan KTA 'Kader Banteng' sementara yang dicetak di kertas HVS di kantor DPC PDIP Solo, Jalan Hasanudin nomor 26, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Senin (23/9/2019). (Tribun Solo ((Tribun Solo)

Gibran mengakui jika dulu dia pernah mengatakan tak ingin masuk ke dunia politik.

Namun, seiring dengan proses pendewasaan yang dilaluinya, dia pun mulai menyadari sebagai anak muda, pola pikir masyarakat bahwa politik selalu kotor harus diubah.

"Kalau yang mengubah bukan anak muda tidak akan bisa, karena ini jadi momen anak muda, anak muda jadi penggerak bukan objek yang digerakan," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Frandi Piring
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved