Berita Kesehatan

Dianggap Sebagai Pengalaman Spiritual, Bagaimana Sains Menjelaskan Soal Mati Suri?

Seseorang yang mengalami mati suri sendiri secara klinis sudah dinyatakan meninggal dunia, sebelum ahirnya hidup kembali.

Dianggap Sebagai Pengalaman Spiritual, Bagaimana Sains Menjelaskan Soal Mati Suri?
The Inquisitr
Ilustrasi Mati Suri 

Sebaliknya, pengalaman yang paling jarang dirasakan adalah pikiran yang lebih cepat (5 persen) dan penglihatan masa depan (4 persen).

Sepertiga dari responden juga mengaku mengalami sensasi pemisahan roh dan akhirnya kembali lagi ke tubuh.

"Ini menunjukkan bahwa pengalaman mendekati kematian selalu bermula dari keluar dari tubuh fisik dan berakhir saat kembali lagi," kata Martial, seperti dikutip Science Daily, 26 Juli 2017 lalu.

Tidak benar-benar mati

Sayangnya, pengalaman 154 orang ini hanya mengungkap rasanya mati suri dan tidak bisa dijadikan kesaksian tentang kehidupan setelah kematian.

Pasalnya, menurut sains, seseorang yang mengalami mati suri mungkin sebetulnya tidak benar-benar mati.

Ada seorang dokter dari Oregon Emergency Room yang bernama Mark Crislip.

Crislip pernah menelaah hasil elektroensefalograf (EEG) terhadap pasien-pasien yang disebut mati suri.

Pendaftaran Online CPNS 2019 Belum Bisa Dibuka, BKN Beri Klarifikasi

Untuk diketahui, EEG merupakan metode untuk merekam aktivitas elektrik di sepanjang kulit kepala dan mengukur fluktuasi tegangan yang dihasilkan oleh arus ion di dalam otak.

Hasilnya, mayoritas pasien-pasien yang disebut mati suri ini dalam studi Crislip tidak benar-benar mati.

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved